Menkes Sebut Obat Covid-19 Molnupiravir Diproduksi Dalam Negeri Mulai April

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin ovid-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad, 18 April 2021. Jutaan vaksin tersebut selanjutnya dibawa ke Bio Farma Bandung sebelum didistribusikan ke kota dan kabupaten di Indonesia. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin ovid-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad, 18 April 2021. Jutaan vaksin tersebut selanjutnya dibawa ke Bio Farma Bandung sebelum didistribusikan ke kota dan kabupaten di Indonesia. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia akan memproduksi molnupiravir, obat antivirus baru untuk pasien Covid-19, mulai April atau Mei 2022.

    “Beberapa varian obat yang pasti kita butuhkan adalah obat-obat anti virus seperti favipiravir dan juga molnupiravir. Kalau kita bisa dengan segera mendapat akses ke obat-obat tersebut akan sangat membantu untuk penanganan Covid-19 ini,” kata Menkes Budi dalam keterangannya, Jumat, 14 Januari 2022.

    Budi mengatakan, dalam menghadapi gelombang lanjutan pandemi Covid-19, pemerintah telah mengamankan stok 400 ribu tablet molnupiravir melalui PT Amarox. Perusahaan farmasi tersebut juga akan memproduksi sendiri molnupiravir.

    Selain molnupiravir, Menkes Budi berharap PT Amarox juga bisa memproduksi paxlovid untuk menghadapi pandemi berikutnya.

    Menurut Budi, penting bagi Indonesia membuat obat Covid-19 di dalam negeri. Sebab, dari pengalaman sebelumnya ketika terjadi lonjakan kasus di beberapa negara, Indonesia sempat mengalami kesulitan dari logistik pengiriman obat-obatan ke dalam negeri.

    “Diharapkan bahwa semua produk-produk yang kritikal bagi bangsa kita itu diproduksi di dalam negeri. Kita akan memastikan bahwa banyak perusahaan obat dan alat kesehatan di Indonesia sehingga kalau ada pandemi selanjutnya kita tidak bergantung kepada negara lain,” ujar Budi.

    FRISKI RIANA

    Baca: Kemenkes Umumkan Pasien Omicron Bertambah 66 Orang, Totalnya Kini 572 Orang


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?