Gelar Ratas Bahas MotoGP, Jokowi Minta Fasilitas Pendukung Ditata dengan Baik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) dan Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer (ketiga kanan) berada di area Pit Building Pertamina Mandalika International Street Circuit, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis 13 Januari 2022. Kunjungan kerja tersebut untuk mengecek kesiapan jelang event MotoGP yang akan diselenggarakan di Mandalika, Lombok. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

    Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) dan Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer (ketiga kanan) berada di area Pit Building Pertamina Mandalika International Street Circuit, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis 13 Januari 2022. Kunjungan kerja tersebut untuk mengecek kesiapan jelang event MotoGP yang akan diselenggarakan di Mandalika, Lombok. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Raja Hotel, Kuta Mandalika, Provinsi NTB, pada Kamis, 13 Januari 2022. Dalam rapat itu, ia mengatakan sejumlah hal yang harus dipersiapkan dengan baik terkait penyelenggaraan MotoGP 2022 di Mandalika, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

    "Saya ingin memastikan bahwa persiapan pelaksanaan MotoGP 2022 ini di Mandalika, Nusa Tenggara Barat ini betul-betul harus terlaksana dengan baik tanpa ada isu-isu yang enggak baik, yang ikut numpang di situ," ujar Jokowi saat membuka rapat.

    Hal pertama yang ditekankan Jokowi, adalah soal kesiapan layanan Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid yang akan menjadi pintu masuk bagi para pembalap, ofisial, maupun para penonton. Presiden ingin pelayanan yang diberikan cepat namun tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

    "Mulai dari imigrasi, mulai dari protokol kesehatan, mulai dari bea cukai yang ada di sana, saya minta betul-betul dilakukan secara profesional, dengan kecepatan yang cepat," kata Jokowi.

    Selain itu, ia meminta pembenahan fasilitas pendukung yang ada di sekitar Mandalika. Mulai dari penataan jalan, penghijauan, perluasan, hingga pelebaran jalan.

    "Penataan pemukiman yang tadi saya lihat, homestay maupun warung penjualan suvenir, warung yang berjualan makanan, semuanya agar bisa di-upgrade, sehingga wajah Mandalika ini betul-betul pada saat MotoGP berubah," kata Jokowi.

    Tidak hanya di sekitar sirkuit, ia juga ingin fasilitas dan infrastruktur pendukung di dalam sirkuit untuk segera dibangun dan dibenahi sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

    "Pembangunan tribun penonton, ini waktunya sudah mepet, jangan mepet-mepet, segera bisa dimulai sesegera mungkin lebih baik pengaspalan kembali sirkuit, kalau diperlukan. Cek betul kesiapan kebutuhan listrik," ujar Jokowi.

    Terakhir, ia pun turut menekankan pentingnya kesiapan soal fasilitas penunjang lainnya seperti penginapan, rumah makan, pariwisata, termasuk suvenir.

    "Fasilitas penjualan suvenir, UMKM, ini yang melibatkan pengrajin-pengrajin yang ada di NTB dan provinsi yang lain, termasuk promosi destinasi wisata mana yang bisa dikunjungi setelah atau sebelum MotoGP diselenggarakan," ucap Jokowi.

    Turut hadir dalam rapat terbatas adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, serta Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

    Selain itu, turut hadir pula Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Pangdam Udayana Mayor Jenderal Maruli Simanjuntak, Kapolda NTB Inspektur Jenderal Djoko Poerwanto, dan Komandan Lapangan MotoGP Mandalika 2022 Hadi Tjahjanto.

    Baca: Cek Kesiapan Jelang MotoGP, Jokowi Mengendarai Sepeda Motor ke Sirkuit Mandalika


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?