Kasus Covid-19 per 13 Januari Bertambah 793 Orang, DKI Jakarta Terbanyak

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Foto udara suasana Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Jumat 17 Desember 2021. Pemerintah memutuskan untuk mengisolasi RSDC Wisma Atlet Kemayoran selama 7 hari sebagai bentuk antisipasi pencegahan penularan varian Omicron pada level komunitas menyusul ditemukannya kasus di area rumah sakit tersebut. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Foto udara suasana Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Jumat 17 Desember 2021. Pemerintah memutuskan untuk mengisolasi RSDC Wisma Atlet Kemayoran selama 7 hari sebagai bentuk antisipasi pencegahan penularan varian Omicron pada level komunitas menyusul ditemukannya kasus di area rumah sakit tersebut. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan jumlah penambahan kasus Covid-19 sebanyak 793 orang pada Kamis, 13 Januari 2022.

    Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga pukul 12.00 WIB, jumlah kasus harian tersebut didapat dari hasil pemeriksaan 278.266 spesimen. Sehingga, total kasus Covid-19 saat ini menjadi 4.268.890 orang.

    DKI Jakarta menjadi daerah yang paling banyak menyumbang kasus positif harian dengan 478 orang. Disusul Jawa Barat dengan 89 orang, Banten 54 orang, Bali 26 orang, Jawa Timur 23 orang, dan Kepulauan Riau 20 orang.

    Pasien sembuh dalam sehari bertambah 385 orang, sehingga totalnya kini 4.117.347 orang. Adapun pasien yang meninggal akibat Covid-19 bertambah 5 orang. Sehingga angka kematian akibat Covid-19 menjadi 144.155 orang.

    Baca: Wagub DKI: Jakarta Sudah Siapkan Skenario Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?