KASAD Dudung Lantik Mayjen Untung Jadi Pangdam Jaya

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    KASAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman (kiri) menerima brevet yang disematkan oleh Danjen Kopassus Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta, Selasa, 21 Desember 2021. KASAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman menerima tiga brevet dari Kopassus yakni Brevet Komando, Anti Teror, dan Para Utama. ANTARA FOTO/Hidayat

    KASAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman (kiri) menerima brevet yang disematkan oleh Danjen Kopassus Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta, Selasa, 21 Desember 2021. KASAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman menerima tiga brevet dari Kopassus yakni Brevet Komando, Anti Teror, dan Para Utama. ANTARA FOTO/Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Dudung Abdurachman memimpin serah terima jabatan Pangdam Jaya/Jayakarta dari Mayor Jenderal Mulyo Aji, kepada Mayor Jenderal Untung Budiarto, bertempat di Mabes Angkatan Darat, Jakarta Pusat, Senin, 10 Januari 2022. Dalam pesannya, Dudung mengatakan kerja Kodam Jaya  akan selalu termonitor pemerintah pusat.

    Hal ini karena hampir 60 persen kegiatan adalah kegiatan pemerintah pusat, dan 40 persen sisanya adalah kegiatan pemerintah daerah.

    "Hal-hal yang positif maupun negatif akan secara nyata termonitor dan kegiatan Kodam Jaya lebih banyak ketemu Presiden daripada Gubernur," kata Dudung dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Selasa, 11 Januari 2022.

    Dudung Abdurachman yang juga merupakan mantan Pangdam Jaya mengatakan Kodam Jaya merupakan pintu gerbangnya TNI Angkatan Darat sekaligus TNI di seluruh Indonesia. Apabila Jakarta goyang maka akan berpengaruh kepada seluruh wilayah lainnya di Indonesia.

    Oleh karena itu Kasad berpesan kepada Untung sebagai Pangdam Jaya yang baru, untuk menyikapi terhadap kegiatan-kegiatan dan selalu mewaspadai setiap perkembangan situasi.

    “Saya percayakan kepada Mayjen Untung untuk memimpin Kodam Jaya/Jayakarta, kendalikan seluruh prajurit. Ciptakan rasa aman dan tenteram serta tetap menyikapi setiap situasi, sehingga hal-hal dan langkah antisipasi bisa dilakukan sedini mungkin,” ujar Dudung.

    Ia juga meminta Untung memberdayakan media yang ada untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Setiap langkah dan kegiatan yang bersinggungan dengan masyarakat, ia sebut akan berdampak positif bagi keterwakilan TNI Angkatan Darat di Jakarta.

    “Lakukan inovasi, Imajinasi dan kreativitas yang positif, yang nantinya akan tercermin bahwa TNI AD betul-betul dicintai dan disayangi oleh masyarakat,” kata Dudung.

    Di akhir sambutannya Kasad kembali mengingatkan untuk selalu melakukan pengecekan secara langsung terhadap kondisi prajurit TNI AD di lapangan, hal ini dipandang perlu guna mengatasi kesulitan dan kekurangan prajurit ketika bertugas.

    “Pangdam Jaya tidak akan melakukan kegiatan sendirian, tetapi akan dibantu oleh Angkatan Darat,” kata dia.

    Perlu diketahui bahwa Mulyo Aji akan menempati jabatan selanjutnya sebagai Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Adapun Mayjen Untung Budiarto sebelumnya menjabat Staf Khusus Panglima TNI.  

    Untung Budiarto merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1988, dari kecabangan Infanteri yang mengawali kariernya di korp baret merah Kopassus. Pria Kelahiran Tegal 56 tahun yang lalu ini pernah menjabat sebagai Komandan Yonif 733/Masariku, Komandan Kodim 1504/Ambon hingga Komandan Korem 045/Garuda Jaya. Ia juga disebut pernah tergabung bersama Tim Mawar.

    Di samping itu, ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Asisten Operasi Kasad, periode 2017 hingga 2019. Kemudian menjadi Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) I/Bukit Barisan, dan juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?