Kepala BRIN Bilang Riset di Indonesia Diecer-ecer

Reporter

Editor

Amirullah

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko berbicara dalam acara virtual Gelar Riset dan Inovasi Bidang Kesehatan dan Pangan 2021 di Jakarta, Selasa 30 November 2021. (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko menjelaskan kondisi riset di Indonesia bermasalah, sehingga dayanya tidak tumbuh.

"Pada saat almarhum Pak Habibie masih hidup pun, memang ada sesuatu yang wrong di manajemen riset kita sehingga kita tidak beranjak ke mana-mana, daya riset kita tidak tumbuh," kata Laksana Tri Handoko dalam acara Dialog Pemred Bersama Kepala BRIN dengan tema "Solusi Fundamental Penguatan Riset dan Inovasi" yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa malam, 4 Januari 2022.

Dia pun membandingkan pada tahun 1970-an, Malaysia dan Thailand banyak belajar mengenai riset kepada Indonesia. Namun, saat ini justru Indonesia yang belajar kepada dua negara tersebut.

"Kita bandingkan saja dengan Malaysia dan Thailand. Pada tahun 70-an dia (Malaysia, Thailand) banyak belajar ke kita. Kemudian sekarang, kita ke sana, bahkan dosen kita ya, bukan hanya di kampus yang kecil-kecil, dosen UI, dosen ITB banyak yang ambil S2, S3 di Malaysia. Para menteri juga banyak yang kuliah di sana. Jadi sesuatu yang kita sadari bahwa kita ini ada something wrong," ujar Laksana.

Pihaknya pun mengungkapkan masalah riset di Indonesia, diantaranya riset di Indonesia yang didominansi pemerintah. "Riset kita itu 80 persen pemerintah, 20 persen non-pemerintah. Padahal riset itu tidak boleh dominan pemerintah," katanya.

Handoko menambahkan riset yang dilakukan pemerintah pun hanya riset berskala kecil yang banyak tersebar di berbagai kementerian/lembaga. "Sudah dominan, diecer-ecer, kalau istilah Pak Jokowi, ke-74 K/L (kementerian/ lembaga) kita itu kecil-kecil," katanya.

Masalah yang kedua, yakni masih sedikitnya lembaga riset swasta dan SDM periset.

"Lembaga riset harus banyak, periset harus banyak. Lembaga riset pemerintah itu harusnya sedikit saja, satu, dua aja. Yang banyak itu harusnya non-pemerintah, kalau standar UNESCO 80 persen itu non-pemerintah, pemerintah riset itu yang tidak laku saja," katanya.

Terkait hal ini, pihaknya pun meminta kepada pemerintah untuk mengurangi lembaga risetnya serta mendorong agar lebih banyak periset dan lembaga riset swasta.






BRIN Berikan Penghargaan Nurtanio kepada Pakar Pengindraan Orbita Roswitiarti

7 jam lalu

BRIN Berikan Penghargaan Nurtanio kepada Pakar Pengindraan Orbita Roswitiarti

Orbita merupakan peneliti ahli utama di bidang kepakaran, teknologi, dan aplikasi pengindraan jauh pada Pusat Riset Pengindraan Jauh BRIN.


BRIN Luncurkan Teknologi Pengenalan Wicara untuk Pendiktean Medis

1 hari lalu

BRIN Luncurkan Teknologi Pengenalan Wicara untuk Pendiktean Medis

Untuk mendorong transformasi digital layanan kesehatan di rumah sakit seluruh Indonesia, BRIN telah melakukan kerja sama lisensi dengan mitra.


Satelit Universitas Surya Sampai di ISS, Pertama dari Kampus di Indonesia

1 hari lalu

Satelit Universitas Surya Sampai di ISS, Pertama dari Kampus di Indonesia

Satelit kini menunggu dilepas ke orbit rendah Bumi oleh astronot di ISS.


Puluhan Ribu Rumah Rusak Pasca-Gempa Cianjur, Ridwan Kamil Akan Belajar dari Jepang

4 hari lalu

Puluhan Ribu Rumah Rusak Pasca-Gempa Cianjur, Ridwan Kamil Akan Belajar dari Jepang

BRIN mencatat, lebih dari 80 persen rumah di zona kegempaan tinggi adalah rumah rakyat. Seperti di Cianjur, rumah rakyat kebanyakan tak tahan gempa.


Peneliti Pertanian Muda dari BRIN Dapat Penghargaan di Jepang

6 hari lalu

Peneliti Pertanian Muda dari BRIN Dapat Penghargaan di Jepang

Selain Amanda, dua peneliti muda dari Madagaskar dan Meksiko juga mendapat penghargaan yang sama. Terima hadiah uang tunai sebesar US$5.000.


Bisakah Cuka Apel Membantu Menurunkan Berat Badan dan Membakar Lemak?

7 hari lalu

Bisakah Cuka Apel Membantu Menurunkan Berat Badan dan Membakar Lemak?

Selain mengonsumsi cuka apel, penting juga untuk mengikuti diet seimbang dengan kebiasaan gaya hidup sehat.


Kerja Sama dengan Kampus Rusia, Peneliti BRIN Bisa Studi S-3 Nuklir Berbasis Riset

7 hari lalu

Kerja Sama dengan Kampus Rusia, Peneliti BRIN Bisa Studi S-3 Nuklir Berbasis Riset

Untuk tahun ini, sebanyak enam peneliti BRIN terpilih sebagai mahasiswa kampus Tomsk Polytechnic University (TPU) Rusia.


Peneliti Nuklir BRIN Cerita Cara Hadapi Kelompok Antinuklir di Indonesia

8 hari lalu

Peneliti Nuklir BRIN Cerita Cara Hadapi Kelompok Antinuklir di Indonesia

Peneliti nuklir perempuan ini mengungkapnya dalam Atom Expo XII di Park of Science and Art Sirius, Sochi, Rusia.


Ini Sumber Gempa yang Merusak Cianjur: Utara Cimandiri, Lurusan Lembang

8 hari lalu

Ini Sumber Gempa yang Merusak Cianjur: Utara Cimandiri, Lurusan Lembang

BMKG mencatat 14 kejadian gempa dengan kekuatan merusak di wilayah Sukabumi dan Cianjur, termasuk gempa M5,6 yang terjadi pada Senin.


BUMN Rusia Gelar Pameran Industri Nuklir Atom Expo XII, Dihadiri BRIN

9 hari lalu

BUMN Rusia Gelar Pameran Industri Nuklir Atom Expo XII, Dihadiri BRIN

BUMN energi nuklir Rusia Rosatom rutin menggelar Atom Expo setiap tahun.