Hakim Vonis Bebas Stella Monica, Terdakwa Pencemaran Nama Klinik Kecantikan

Reporter

Stella Monica dijerat UU ITE setelah curhat soal pelayanan di sebuah klinik kecantikan di Surabaya. (Istimewa)

TEMPO.CO, Surabaya - Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya memvonis bebas Stella Monica , konsumen yang didakwa mencemarkan nama baik sebuah klinik kecantikan, Selasa, 14 Desember 2021.

Dalam amar putusannya, ketua majelis hakim Imam Supriadi menyatakan bahwa Stella Monica tidak terbukti melanggar dakwaan jaksa Pasal 27 ayat 3 Jo Pasal 45 ayat 3 UU RI Nomor 19 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Hakim berpendapat bukti-bukti yang diajukan jaksa berupa postingan Stella Monica di akun Instagram, tidak ada yang mengandung pencemaran nama baik. Hakim menilai bahwa postingan-postingan Stella itu hanya bernada keluhan. Pada sidang sebelumnya, perempuan 25 tahun itu dituntut hukuman 1 tahun penjara. “Membebaskan terdakwa dari segala tuntutan,” kata ketua majelis hakim.

Putusan itu disambut suka cita oleh Stella serta ayah dan ibunya yang turut menghadiri sidang. Mereka berpelekukan sambil terisak. Adapun jaksa penuntut mengatakan masih pikir-pikir  dan akan berkoordinasi dengan pimpinannya.

Stella bersyukur dan berterimakasih kepada majelis hakim karena telah memberinya rasa keadilan. Ia berharap ke depan tidak ada lagi jerat hukum pada konsumen yang mengkomplain pelayanan sebuah perusahaan jasa. Mereka diminta berbesar hati bila ada konsumen yang tidak puas dengan pelayanannya. “Karena bagaimana pun konsumen itu kan raja,” kata Stella.

Stella mengaku setelah vonis bebas ini ia akan istirahat dari dunia media sosial yang pengikutnya telah mencapai dua ribuan. Pengalaman digugat ke ranah hukum membuatnya agak trauma.  Ia juga akan lebih berhati-hati dalam memposting sebuah tulisan dalam pesan pendek. “Masih takut,” ujarnya.

Penasihat hukum Stella, Habibus Sholihin, menuturkan sejak awal ia menilai Pasal 27 ayat 3 tidak layak dikenakan kepada Stella dalam posisinya sebagai konsumen. Dalam menyampaikan keluhan atau komplain, menurut Habibus, dilakukan Stella secara empiris. “Dalam eksepsi, kami sudah meminta gar hakim tidak melanjutkan perkara ini, tapi ternyata hakim ingin melanjutkan sampai putusan,” kata dia.

Kasus Stella Monica berawal saat ia menjalani perawatan wajah di klinik kecantikan L’Viors sejak Januari hingga September 2019. Namun ia tidak puas dengan pelayanan klinik tersebut karena merasa wajahnya makin rusak. Ia pun curhat dengan beberapa temannya di Instagram melalui akun @Stellamonica.h.

Pada 27 Desember 2019 Stella mengunggah tangkapan layar percakapan dirinya dengan seorang dokter kulit di Instagram Story. Percakapan itu berisi curahan hati Stella atas kondisi kulitnya yang justru meradang usai perawatan. Unggahan itu ditanggapi teman-teman Stella yang juga membagikan pengalaman serupa dan di klinik yang sama. Stella pun mengomentari pengalaman teman-temannya tersebut. Pada 29 Desember 2019 postingan Stella diketahui L’Viors. Pihak klinik menilai Stella mendiskreditkan mereka.

Salah satu postingan  yang dipermasalahkan L’Viors ialah komunikasi Stella dengan Thio Dewi Kumala Wihardja dengan nama akun @dewikumala. “Hahahaa kalau aku dah masuk sampah sejak sebulan pake stel. Gila wes habis 7jt malah jadi uajor. Dan ternyata dokter disana itu dokter umum stel, bukan dr muka.”

L’Viors sempat mensomasi Stella Monica pada 21 Januari 2020 dan meminta dia meminta maaf di sejumlah media massa nasional minimal setengah halaman selama tiga kali penerbitan. Namun permintaan itu tidak dituruti lantaran tidak punya uang untuk memasang iklan. L’Viors kemudian melaporkan masalah itu ke Polda Jawa Timur.

Baca Juga: Konsumen Klinik Kecantikan di Surabaya Jadi Tersangka UU ITE







Aksi Penipuan Atas Nama AMSI Terjadi, Publik Diminta Waspada

3 hari lalu

Aksi Penipuan Atas Nama AMSI Terjadi, Publik Diminta Waspada

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menyebut ada aksi penipuan mengatasnamakan organisasi mereka


Tak Terima Betrand Peto Difitnah, Ruben Onsu Ancam Lapor Polisi

3 hari lalu

Tak Terima Betrand Peto Difitnah, Ruben Onsu Ancam Lapor Polisi

Ruben Onsu diwakili pengacaranya meminta pelaku menghapus konten-konten hoaks yang menyudutkan Betrand Peto secepatnya.


Mengingat Kembali Janji Manis Hunian yang Ditawarkan Meikarta, Apa Saja?

8 hari lalu

Mengingat Kembali Janji Manis Hunian yang Ditawarkan Meikarta, Apa Saja?

Sebanyak 18 konsumen Meikarta digugat perdata oleh Meikarta usai menuntut haknya. Apa saja janji manis yang sempat ditawarkan Meikarta sebelumnya?


Rekam Jejak Mochtar Riady, Pemilik Meikarta yang Gugat Konsumen Rp 56 Miliar

8 hari lalu

Rekam Jejak Mochtar Riady, Pemilik Meikarta yang Gugat Konsumen Rp 56 Miliar

Kasus Meikarta ramai diperbincangkan publik usai pengembang apartemen itu, PT MSU, menggugat 18 konsumennya. Siapa konglomerat di belakang MSU?


Tak Hanya Digugat Rp 56,1 Miliar, Ternyata Ada Deretan Gugatan Lain dari PT MSU ke Konsumen Meikarta

8 hari lalu

Tak Hanya Digugat Rp 56,1 Miliar, Ternyata Ada Deretan Gugatan Lain dari PT MSU ke Konsumen Meikarta

Tidak hanya menggugat konsumennya Rp 56,1 miliar, pengembang apartemen Meikarta PT MSU ternyata mengajukan sederet gugatan lainnya. Apa itu?


Digugat Rp 56 Miliar, 18 Konsumen Meikarta Jalani Sidang Pencemaran Nama Baik Hari Ini

10 hari lalu

Digugat Rp 56 Miliar, 18 Konsumen Meikarta Jalani Sidang Pencemaran Nama Baik Hari Ini

Sejumlah 18 orang konsumen Meikarta menghadapi sidang perdana kasus pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat hari ini.


Deretan Kasus Hukum Nikita Mirzani, Sepekan Bebas Sudah Datangi Polres Metro Jakarta Selatan

25 hari lalu

Deretan Kasus Hukum Nikita Mirzani, Sepekan Bebas Sudah Datangi Polres Metro Jakarta Selatan

Nikita Mirzani yang baru saja dinyatakan bebas kasus pencemaran nama baik terhadap Dito Mahendra, sudah mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan.


Polda Banten Proses Laporan Kejaksaan Soal Dito Mahendra yang Mangkir di Sidang Nikita Mirzani

31 hari lalu

Polda Banten Proses Laporan Kejaksaan Soal Dito Mahendra yang Mangkir di Sidang Nikita Mirzani

Polda Banten menindaklanjuti laporan Kejaksaan Negeri Serang soal Dito Mahendra yang mangkir di persidangan Nikita Mirzani. Bantah ada aliran uang.


Nikita Mirzani Dibebaskan Hakim, Kejaksaan Negeri Serang Laporkan Dito Mahendra ke Polisi

35 hari lalu

Nikita Mirzani Dibebaskan Hakim, Kejaksaan Negeri Serang Laporkan Dito Mahendra ke Polisi

Dito Mahendra dianggap menghalang-halangi atau mempersukar penuntutan dalam perkara Nikita Mirzani.


Nikita Mirzani Sempat Menangis Histeris Usai Dinyatakan Tidak Bersalah

36 hari lalu

Nikita Mirzani Sempat Menangis Histeris Usai Dinyatakan Tidak Bersalah

Nikita Mirzani menangis histeris di persidangan sembari terbaring lemas setelah mendengar putusan hakim yang membebaskannya dari perkara tersebut