Petugas Cegah Warga yang Ingin Foto Kampung di Kawasan Gunung Semeru

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Seorang warga mengumpulkan barang-barang bekas dari rumahnya yang rusak, di kawasan yang terkena dampak letusan Gunung Semeru, di Curah Roboan, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, 7 Desember 2021 REUTERS/Willy Kurniawan

    Seorang warga mengumpulkan barang-barang bekas dari rumahnya yang rusak, di kawasan yang terkena dampak letusan Gunung Semeru, di Curah Roboan, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, 7 Desember 2021 REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Akses masuk menuju Kampung Renteng di Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, dijaga berlapis oleh petugas maupun relawan. Penjagaan itu untuk mencegah warga yang datang hanya untuk menonton atau berfoto di kawasan yang terkena erupsi Gunung Semeru.

    "Kami diperintah untuk menjaga agar tidak ada yang mendekat, apalagi sungai yang menjadi aliran lahar dingin juga semakin deras. Ini akan sangat berbahaya," ujar salah seorang relawan, Didik, Rabu, 8 Desember 2021.

    Mengutip Antara, akses masuk yang ditandai dengan jembatan di atas sungai dipasang portal dari bambu dua lapis. Relawan dengan dibantu warga kemudian menjaga akses tersebut.

    Ada juga sejumlah anggota kepolisian yang berjaga dan meminta warga menjauh jika tak memiliki kepentingan apapun. Kendati sudah diperketat namun terlihat ada beberapa warga dari luar desa setempat yang ingin masuk ke lokasi meski hanya untuk berfoto.

    Beberapa warga dari luar Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, memang tak berhenti berdatangan ke Kampung Renteng. Mereka mayoritas beralasan sama, yakni ingin tahu secara langsung kondisi permukiman yang tertimbun abu vulkanik Gunung Semeru.

    "Saya hanya ingin tahu. Paling setelah foto-foto, langsung pulang. Apalagi semakin gelap cuacanya," kata salah seorang yang enggan menyebutkan namanya.

    Proses evakuasi di Kampung Renteng terus dilakukan dan diharapkan membuahkan hasil. Relawan khawatir jika banyak warga yang melihat dari dekat, maka akan mengganggu proses evakuasi di desa yang terkena dampak erupsi Gunung Semeru. 

    Baca juga: Potensi Letusan Sekunder, PVMBG: Jauhi Daerah Awan Panas Guguran Gunung Semeru


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.