Daftar 13 Pegawai KPK yang Tidak Gabung ASN Polri

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sejumlah Mantan Pegawai KPK usai menjalani asesmen atau uji kompetensi di Gedung Transnasional Crime Center (TNCC), Divisi Humas Polri, Jakarta, Selasa, 7 Desember 2021. Sebanyak 44 mantan pegawai KPK menjalani asesmen atau uji kompetensi dalam rangka perekrutan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Kepolisian Republik Indonesia (Polri). TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Sejumlah Mantan Pegawai KPK usai menjalani asesmen atau uji kompetensi di Gedung Transnasional Crime Center (TNCC), Divisi Humas Polri, Jakarta, Selasa, 7 Desember 2021. Sebanyak 44 mantan pegawai KPK menjalani asesmen atau uji kompetensi dalam rangka perekrutan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Kepolisian Republik Indonesia (Polri). TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Polri merekrut beberapa mantan pegawai KPK. Dari 57 orang yang tak lolos tes wawasan kebangsaan atau TWK, sebanyak 44 orang menyatakan bergabung. Sementara, 13 orang tidak ikut bergabung.

    Salah satu yang tidak ikut adalah Ita Khoiriyah alias Tata. Mantan staf Humas KPK itu mengatakan ingin fokus mengelola bisnis kuenya dan melanjutkan sekolah.

    "Saya punya rencana sendiri ke depannya yang membutuhkan energi dan fokus secara khusus," kata Tata, Senin, 6 Desember 2021.

    Meski menolak, Tata mengatakan tawaran dari Polri itu menunjukkan bahwa Tes Wawasan Kebangsaan yang membuat dirinya dan kawan-kawannya tersingkir cuma akal-akalan. "Dan semakin memperjelas bahwa TWK KPK kemarin bermasalah," kata dia. Selain Tata, ada 13 pegawai lainnya yang memilih tidak bergabung. Berikut daftarnya.

    1. Lakso Anindito
    2. Rasamala Aritonang
    3. Benydictus Siumlala Martin Sumarno
    4. Tri Artining Putri
    5. Rieswin Rachwell
    6. Ita Khoiriah
    7. Christie Afriani
    8. Damas Widyatmoko
    9. Wisnu Raditya Ferdian
    10. Rahmat Reza Masri
    11. Arien Winiasih
    12. Agtaria
    13. Nanang Priyono (Almarhum)

    Sementara itu, mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan resmi menerima tawaran menjadi Aparatur Sipil Negara di Polri. Novel mengungkapkan kesediaannya itu setelah mengikuti sosialisasi Peraturan Kepolisian RI Nomor 15 Tahun 2021 tentang pengangkat 57 eks pegawai KPK menjadi ASN Polri.

    Novel mengungkap pertimbangannya memutuskan bergabung menjadi ASN Polri. Dia mengatakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit telah mengatakan bahwa eks pegawai KPK akan ditempatkan di satuan tugas khusus pencegahan korupsi. Dia merasa lewat satgas itu dirinya bisa tetap berkontribusi dalam memberantas korupsi.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Sepakati Travel Bubble dengan Singapura, Ini Penjelasannya...

    Indonesia membuka pintu pariwisata melalui Travel Bubble. Wisatawan yang memenuhi syarat dapat menyeberang ke Singapura melalui Batam dan Bintan.