Harta Melonjak, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron Beli Rumah Miliaran di Cibubur

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron (tengah) didampingi Pelaksana tugas Kepala Biro Sumber Daya Manusia Yonathan Demme (kiri) dan Plt Juru Bicara Ali Fikri (kanan) memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis 5 Agustus 2021. KPK menyatakan keberatan atas Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Ombudsman RI mengenai proses alih status pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN) melalui tes wawasan kebangsaan (TWK). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron (tengah) didampingi Pelaksana tugas Kepala Biro Sumber Daya Manusia Yonathan Demme (kiri) dan Plt Juru Bicara Ali Fikri (kanan) memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis 5 Agustus 2021. KPK menyatakan keberatan atas Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Ombudsman RI mengenai proses alih status pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN) melalui tes wawasan kebangsaan (TWK). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, JakartaKekayaan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Nurul Ghufron terus bertambah. Sering ikut lelang rumah untuk dijual kembali.

    ++++

    Rumah berkelir putih di Perumahan Kavling Cibubur Indah Blok E Nomor 3, Ciracas, Jakarta Timur itu nampak tidak berpenghuni saat Tempo menyambanginya pada Rabu, 1 Desember 2021. Semak belukar tumbuh subur di halaman rumah seluas 675 meter persegi itu. Di salah satu sisi pagar besi, terpajang spanduk bertuliskan rumah itu dilelang dengan harga Rp 3,445 miliar.

    Seorang warga yang ditemui Tempo mengatakan melihat beberapa orang datang menengok rumah itu sekitar 3 bulan lalu. Salah satunya mengaku sebagai pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi. Tempo menunjukkan foto Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron kepada warga tersebut. Dia mengenalinya. “Kalau saya perhatikan, kayanya mirip,” kata dia saat ditemui Tempo di sekitar lokasi, Rabu, 1 Agustus 2021.

    Rumah tersebut dilelang melalui lelang.go.id pada Kamis, 19 Agustus 2021. Pelelangan rumah dua lantai itu disiarkan melalui iklan salah satu media cetak pada 5 Agustus 2021. Harga limit pelelangan rumah adalah Rp 3,945 miliar. Dan pemenang lelang itu adalah Nurul Ghufron.

    Salah satu aset milik Nurul Ghufron di Cibubur, Jakarta Timur. TEMPO/Mirza

    Selain rumah di Cibubur, tahun ini Ghufron juga membeli rumah baru lewat lelang. Rumah tersebut berlokasi di Central Park Kota Wisata, Kecamatan Gunung Putri, Bogor Jawa Barat. Lelang dilakukan pada Agustus 2021 dengan harga pembukaan Rp 2,65 miliar.

    Ghufron mengakui membeli kedua rumah tersebut. Dia menolak menyebutkan harga yang dia bayar untuk kedua rumah tersebut. Dia mengatakan membeli dua rumah itu di harga yang lebih rendah dari penawaran awal, karena dalam lelang dua rumah itu tidak laku. “Anda cek saja rumah yang saya beli itu, rusak semua,” ujar dia lewat sambungan telepon.

    Ghufron mengatakan sudah sering mengikuti lelang aset, bahkan sebelum menjabat pimpinan KPK. Tak cuma rumah, dia beberapa kali membeli kendaraan bermotor bekas. Rumah dan kendaraan itu, kata dia, dibeli dalam keadaan rusak. Dia memperbaiki rumah dan kendaraan itu untuk djual kembali. “Sejak di Jember saya sering membeli aset lelang untuk dijual-belikan,” kata dia 

    Sebelum membeli kedua rumah tersebut, Ghufron sudah memiliki 13 properti. Kepemilikan properti itu dapat dilihat dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang dia setor ke KPK untuk tahun 2020. Dalam laporan itu, Ghufron memiliki 11 rumah dan bangunan di Jember dan dua di Jakarta Selatan. Nilai seluruh properti itu ditaksir mencapai Rp 11,08 miliar. Harta berupa properti mendominasi kekayaan Ghufron yang melaporkan total harta kekayaannya sebanyak Rp 13,4 miliar pada 2020.

    Jumlah harta Ghufron pada 2020 meningkat lebih dari Rp 4 miliar dibandingkan setahun sebelumnya. Saat awal menjabat pimpinan KPK pada 2019, Ghufron melaporkan jumlah hartanya sebanyak Rp 9,23 miliar. Kepemilikan properti juga mendominasi hartanya. Ghufron melaporkan memiliki 12 tanah dan bangunan dengan total nilai Rp 8,22 miliar.

    Sementara saat masih menjabat Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember pada 2018, Ghufron memiliki harta sabanyak Rp 6,7 miliar. Saat itu, dia memiliki 11 properti dengan harga seluruhnya Rp 6,3 miliar.

    Kepemilikan properti itu meningkat tajam, dibandingkan dengan yang dimilikinya pada 2017. Saat itu, Nurul Ghufron melaporkan memiliki 3 properti di Jember dengan nilai Rp 1,16 milar. Pada 2015, Ghufron baru memiliki dua tanah dan bangunan dengan total nilai harta sebanyak Rp 712 juta.

    Baca juga: LHKPN Nurul Ghufron Makin Tajir Setelah Jadi Pimpinan KPK


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Sepakati Travel Bubble dengan Singapura, Ini Penjelasannya...

    Indonesia membuka pintu pariwisata melalui Travel Bubble. Wisatawan yang memenuhi syarat dapat menyeberang ke Singapura melalui Batam dan Bintan.