Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Sejarah Letusan Gunung Semeru 1818-2021

Reporter

Editor

Erwin Prima

image-gnews
Letusan Gunung Semeru terlihat dari Oro Oro Ombo, Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu 4 Desember 2021. Gunung Semeru meletus dan mengeluarkan awan panas yang mengakibatkan hujan abu di Kabupaten Lumajang dan Malang. ANTARA FOTO/HO/Humas BNPB
Letusan Gunung Semeru terlihat dari Oro Oro Ombo, Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu 4 Desember 2021. Gunung Semeru meletus dan mengeluarkan awan panas yang mengakibatkan hujan abu di Kabupaten Lumajang dan Malang. ANTARA FOTO/HO/Humas BNPB
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, meletus pada Sabtu sore, 4 Desember 2021. Guguran awan panas meluncur menuju Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Pronojiwo, Lumajang. Erupsi itu menyebabkan sejumlah orang terluka dan sejumlah penambang pasir masih terjebak.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan erupsi Semeru memiliki sejarah yang panjang. “Semeru memiliki catatan panjang sejarah erupsi yang terekam pada 1818,” kata Muhari lewat keterangan tertulis, Sabtu, 4 Desember 2021.

Dia mengatakan catatan letusan yang terekam pada 1818 hingga 1913 tak banyak terdokumentasikan. Kemudian pada 1941-1942 terekam aktivitas vulkanik dengan durasi panjang.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan leleran lava terjadi pada periode 21 September 1941 hingga Februari 1942. “Saat itu letusan sampai di lereng sebelah timur dengan ketinggian 1.400 hingga 1.775 meter. Material vulkanik hingga menimbun pos pengairan Bantengan,” kata dia.

Dia mengatakan selanjutnya beberapa aktivitas vulkanik tercatat beruntun pada 1945, 1946, 1947, 1950, 1951, 1952, 1953, 1954, 1955 – 1957, 1958, 1959, 1960. Tak berhenti sampai di situ, Gunung Semeru termasuk salah satu gunung api aktif yang melanjutkan aktivitas vulkaniknya.

Seperti pada 1 Desember 1977, guguran lava menghasilkan awan panas guguran dengan jarak hingga 10 kilometer di Besuk Kembar. Volume endapan material vulkanik yang teramati mencapai 6,4 juta meter kubik. Awan panas juga mengarah ke wilayah Besuk Kobokan. Saat itu sawah, jembatan dan rumah warga rusak. Aktivitas vulkanik berlanjut dan tercatat pada 1978 – 1989.

PVMBG juga mencatat aktivitas vulkanik Gunung Semeru pada 1990, 1992, 1994, 2002, 2004, 2005, 2007 dan 2008. Pada tahun 2008, tercatat beberapa kali erupsi, yaitu pada rentang 15 Mei hingga 22 Mei 2008. Teramati pada 22 Mei 2008, empat kali guguran awan panas yang mengarah ke wilayah Besuk Kobokan dengan jarak luncur 2.500 meter.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menurut data PVMBG, aktivitas Gunung Semeru berada di kawah Jonggring Seloko. Kawah ini berada di sisi tenggara puncak Mahameru. Sedangkan karakter letusannya, Gunung Semeru ini bertipe vulkanian dan strombolian yang terjadi 3 sampai 4 kali setiap jam.

Karakter letusan vulcanian berupa letusan eksplosif yang dapat menghancurkan kubah dan lidah lava yang telah terbentuk sebelumnya. Sementara, karakter letusan strombolian biasanya terjadi pembentukan kawan dan lidah lava baru.

“Saat ini Gunung Semeru berada pada status level II  atau ‘waspada’ dengan rekomendasi sebagai berikut,” kata dia.

Baca:
BNPB: Evakuasi Korban Letusan Gunung Semeru Dialihkan ke Malang

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Dua Kali Erupsi, Gunung Dempo Pagaralam Berstatus Waspada

12 hari lalu

Gunung Dempo. Shutterstock
Dua Kali Erupsi, Gunung Dempo Pagaralam Berstatus Waspada

Letusan yang terjadi di Gunung Dempo pada Selasa malam merupakan yang kedua pada Juli 2023 ini.


BNPB Bantu Perbaikan Jembatan Terdampak Banjir Lahar Dingin Lumajang

28 hari lalu

Petugas BPBD lumajang meninjau lokasi banjir lahar hujan di DAS Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, Jumat 7 Juli 2023. Banjir tersebut menyebabkan jembatan penghubung Malang-Lumajang terputus dan longsor di beberapa lokasi yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. ANTARA FOTO/HO/BPBD Lumajang
BNPB Bantu Perbaikan Jembatan Terdampak Banjir Lahar Dingin Lumajang

Untuk saat ini, Jalur Piket Nol KM 59 yang terdampak banjir lahar dingin sudah bisa diakses.


Jembatan Penghubung Malang-Lumajang Putus, PUPR Targetkan Jembatan Bailey Beroperasi Akhir Agustus

29 hari lalu

Warga membantu proses evakuasi truk yang terjebak banjir lahar di aliran Sungai Boyong, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis, 3 Februari 2022. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, seluruh pengemudi dan kenek truk berhasil keluar sebelum lahar dingin tiba. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Jembatan Penghubung Malang-Lumajang Putus, PUPR Targetkan Jembatan Bailey Beroperasi Akhir Agustus

PUPR mempersiapkan pemasangan jembatan bailey sebagai pengganti sementara Jembatan Kali Glidik II.


Terpopuler Bisnis: Kronologi Banjir Lahar Dingin Semeru hingga 184,29 Juta Transaksi QRIS

29 hari lalu

Banjir lahar dingin Gunung Semeru yang mengalami peningkatan debit airnya akibat hujan deras yang mengguyur puncak Gunung Semeru, Jumat, 7 Juli 2023. ANTARA/HO-Diskominfo Lumajang
Terpopuler Bisnis: Kronologi Banjir Lahar Dingin Semeru hingga 184,29 Juta Transaksi QRIS

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Sabtu kemarin, 8 Juli 2023, dimulai dari kronologi terjadinya banjir lahar dingin Semeru.


Pemerintah Kabupaten Lumajang Tetapkan Status Tanggap Darurat Usai Banjir Lahar Dingin dan Tanah Longsor

30 hari lalu

Warga melintas di Jembatan Gantung Kaliregoyo di Dusun Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu 8 Juli 2023. Jembatan yang memiliki panjang 198 meter dan menjadi penghubung Desa Jugosari dengan Desa Sumberwuluh. tersebut putus akibat diterang banjir lahar hujan. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Pemerintah Kabupaten Lumajang Tetapkan Status Tanggap Darurat Usai Banjir Lahar Dingin dan Tanah Longsor

Pemerintah Kabupaten Lumajang menetapkan status tanggap darurat untuk menghadapi bencana banjir lahar dingin dan tanah longsor.


Banjir dan Longsor Lumajang, Bupati Tetapkan Status Tanggap Darurat

30 hari lalu

Warga melintas di Jembatan Gantung Kaliregoyo di Dusun Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu 8 Juli 2023. Jembatan yang memiliki panjang 198 meter dan menjadi penghubung Desa Jugosari dengan Desa Sumberwuluh. tersebut putus akibat diterang banjir lahar hujan.  ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Banjir dan Longsor Lumajang, Bupati Tetapkan Status Tanggap Darurat

Cuaca ekstrem diperkirakan hingga 13 Juli dan perlu diwaspadai dapat menimbulkan banjir dan longsor, termasuk di Lumajang.


Banjir Lahan Dingin Semeru, PLN Catat 41 Gardu Listrik Sudah Pulih dan 93 Unit yang Belum

30 hari lalu

Banjir lahar hujan Gunung Semeru di Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Jumat 7  Juli 2023. Banjir lahar hujan Gunung Semeru tersebut menyebabkan sejumlah jembatan putus dan mengakibatkan akses Lumajang-Malang terputus. ANTARA FOTO/HO/Pusdalops PB BPBD Kabupaten Malang/Zk/nym.
Banjir Lahan Dingin Semeru, PLN Catat 41 Gardu Listrik Sudah Pulih dan 93 Unit yang Belum

PT PLN (Persero) mengamankan pasokan listrik di wilayah terdampak banjir lahar dingin Gunung Semeru.


Kronologi Banjir Lahar Dingin Semeru yang Buat Sejumlah Jembatan di Lumajang Putus Total

30 hari lalu

Kondisi Jembatan Gantung Kali Regoyo yang putus diterjang banjir lahar hujan di Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Jumat 7 Juli 2023. Akibat banjir lahar hujan Gunung Semeru tersebut menyebabkan sejumlah jembatan putus sehingga akses jalur Lumajang-Malang putus. ANTARA FOTO/Rohcmad/Zk
Kronologi Banjir Lahar Dingin Semeru yang Buat Sejumlah Jembatan di Lumajang Putus Total

Banjir lahar dingin Semeru yang terjadi pada Jumat, 7 Juli 2023, telah melumpuhkan sejumlah jembatan dan jalan penghubung di Lumajang, Jawa Timur.


Sejumlah Jembatan di Lumajang Putus Diterjang Lahar Dingin Gunung Semeru

31 hari lalu

Kepulan asap menyelimuti area yang terendam banjir lahar hujan Gunung Semeru di Kamar Kajang, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Kamis 16 Desember 2021. Erupsi Gunung Semeru disusul hujan deras di daerah itu mengakibatkan banjir lahar hujan menerjang beberapa tempat di wilayah hilir. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
Sejumlah Jembatan di Lumajang Putus Diterjang Lahar Dingin Gunung Semeru

Jembatan gantung Kali Regoyo yang menghubungkan Desa Jugosari dengan Desa Sumberwuluh juga putus setelah diterjang arus lahar dingin Gunung Semeru.


Gunung Ibu di Halmahera Erupsi, Warga Diminta Menghindar Sejauh 2 Kilometer

36 hari lalu

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMB) merekam erupsi Gunung Ibu di Maluku Utara, Minggu, 30 Oktober 2023. (ANTARA/HO-PVMBG)
Gunung Ibu di Halmahera Erupsi, Warga Diminta Menghindar Sejauh 2 Kilometer

PVMBG mengimbau agar masyarakat dan wisatawan tidak berada di dalam radius 2,0 kilometer dari Gunung Ibu.