Indonesia Kedatangan 5,5 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca dan Covovax

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Petugas kargo membawa boks berisi vaksin COVID-19 AstraZeneca setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis 2 September 2021. Sebanyak 500 ribu dosis vaksin AstraZeneca tiba di Indonesia yang merupakan dose sharing dari Pemerintah Australia. ANTARA FOTO/FAUZAN

    Petugas kargo membawa boks berisi vaksin COVID-19 AstraZeneca setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis 2 September 2021. Sebanyak 500 ribu dosis vaksin AstraZeneca tiba di Indonesia yang merupakan dose sharing dari Pemerintah Australia. ANTARA FOTO/FAUZAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia kedatangan 5,5 juta dosis vaksin AstraZeneca dan Covovax, pada Kamis, 2 Desember 2021.

    Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong mengatakan sebanyak 656 ribu dosis AstraZeneca tiba pukul 22.10 WIB. Adapun vaksin Covovax tiba dengan jumlah 4.865.000 dosis pada pukul 22.40 WIB.

    "Lancarnya kedatangan vaksin, membuat upaya percepatan dan perluasan program vaksinasi jadi lebih optimal," kata Usman dalam keterangannya, Jumat, 3 Desember 2021.

    Usman mengatakan, kedatangan vaksin tersebut merupakan komitmen pemerintah dalam mengamankan ketersediaan vaksin. Pemerintah, kata dia, juga terus meningkatkan capaian vaksinasi di daerah-daerah.

    Menurut Usman, butuh kerja sama dan peran serta semua elemen agar program vaksinasi nasional bisa semakin cepat dan luas. Yang terpenting, kata dia, peran serta dan partisipasi masyarakat. Ia pun mengajak masyarakat segera divaksinasi, tidak perlu pilih-pilih vaksin karena semuanya aman dan berkhasiat.

    "Vaksinasi bukan sekadar upaya untuk melindungi diri, melainkan juga untuk melindungi keluarga dan seluruh masyarakat," ujarnya.

    Usman kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. 

    FRISKI RIANA

    Baca: AstraZeneca Transfer Teknologi untuk Produksi 3 Miliar Vaksin Hingga Akhir 2021


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.