Swasta Didorong Sediakan CSR untuk Pendidikan Inklusif

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Siswa penyandang disabilitas tunanetra dan penglihatan terbatas (lowvision) SDLB/A YKAB Surakarta mengerjakan soal saat Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) di Solo, Jawa Tengah, Senin, 22 April 2019. ANTARA

    Siswa penyandang disabilitas tunanetra dan penglihatan terbatas (lowvision) SDLB/A YKAB Surakarta mengerjakan soal saat Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) di Solo, Jawa Tengah, Senin, 22 April 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Konstitusi menjamin hak setiap warga negara mendapat pendidikan. Namun, dalam praktiknya, masih jauh dari harapan. Pendidikan inklusif yang menjamin keterbukaan akses terhadap setiap anak dengan latar belakang apa pun agar bisa bersekolah dan mendapatkan perlakuan yang setara, masih jauh panggang dari api.

    Berangkat dari realita ini, PT Paragon Technology and Innovation berupaya mengambil bagian dalam pemerataan kesempatan akses pendidikan bagi semua anak bangsa. Lewat program tanggung jawab sosial, perusahaan kosmetik dengan produk unggulan Wardah ini, aktif memajukan pendidikan Indonesia. Di antaranya lewat berbagai program beasiswa, membantu sejumlah sekolah dan juga yayasan.

    "Program CSR kami di Paragon itu ada empat pilar, dan yang utama itu adalah pendidikan, karena maju tidaknya sebuah negara ditentukan oleh pendidikan. Paragon bisa seperti saat ini juga karena dibangun oleh sumber daya manusia unggul yang berpendidikan," ujar Head of Corporate Communication and CSR PT Paragon Technology and Innovation, Suci Hendrina saat menjadi pembicara di acara Fellowship Jurnalisme Pendidikan Batch 3 yang digelar GWPP, Senin, 29 November 2021.

    SD Juara Paragon Jakarta Selatan dan Yayasan Senja Cibinong adalah dua di antara sejumlah lembaga pendidikan yang mendapat bantuan dari Paragon.

    Kepala Sekolah SD Juara Paragon Jakarta Selatan, Syamsinar mengatakan, sekolah yang berdiri sejak 2009 itu diperuntukkan bagi anak-anak berprestasi, namun berasal dari keluarga tidak mampu. SD Juara memberikan pendidikan gratis bagi siswanya.

    "Semangat sekolah ini, agar siswa-siswi dari keluarga yang kurang mampu juga tetap bisa menikmati pendidikan yang berkualitas," ujar Syamsinar dalam acara yang sama.

    Berkat bantuan Rumah Zakat dan PT Paragon & Technologi Innovation, SD swasta yang awalnya berada di gang sempit di bilangan Kebagusan itu, kini sudah memiliki gedung bagus di Jalan Kesatuan, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

    Selain SD Juara, PT Paragon juga membantu Yayasan Senja Cibinong, sebuah yayasan yang menampung anak-anak jalanan dan membantu mereka mendapatkan pendidikan.

    "Dengan bantuan Paragon, Alhamdulillah Sanggar Senja yang tadinya tidak punya sekolah, sekarang sudah punya sekolah," ujar Ketua Yayasan Senja Cibinong, Adi Supriyadi dalam acara yang sama.

    Ada sekitar 130-an anak jalanan yang dibina Yayasan Senja Cibinong. Sebagian yang sudah putus sekolah diikutkan paket A, B, C, sebagian lainnya disekolahkan di sekolah swasta.

    "Misi kami mengurangi populasi anak jalanan, menghindari praktik perdagangan anak di bawah umur, serta mendidik anak jalanan agar bisa dipandang baik oleh masyarakat," ujar Adi.

    Paragon Technology and Innovation mengajak lebih banyak perusahaan ikut membantu kemajuan pendidikan, khususnya sekolah inklusif. Sebab lewat pendidikan, tidak hanya mengubah kehidupan seseorang dan keluarganya, namun lebih besar untuk mengubah suatu bangsa.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.