Indonesia Bakal Fokus pada 3 Pembahasan Utama di Sidang Presidensi G20

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Perdana Menteri Italia Mario Draghi  dan Presiden Jokowi menghadiri pertemuan meja bundar selama KTT G20 di Roma, Italia, Sabtu, 30 Oktober 2021. REUTERS/Remo Casilli

    Perdana Menteri Italia Mario Draghi dan Presiden Jokowi menghadiri pertemuan meja bundar selama KTT G20 di Roma, Italia, Sabtu, 30 Oktober 2021. REUTERS/Remo Casilli

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar mengatakan Indonesia akan fokus pada tiga pembahasan utama dalam sidang Presidensi G20 . Tiga aksi konkret itu adalah inklusifitas penanganan kesehatan, transformasi digital, dan transisi menuju suistanable energy.

    Mahendra mengatakan hal ini merupakan pesan dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang menyampaikan bahwa Indonesia tidak akan bisa membahas semua isu, untuk itu perlu fokus utama pembicaraan.

    "Tidak akan menyelesaikan masalah dunia, tapi jika bisa diselesaikan konkret akan memberikan kontribusi yang luar biasa, dari kondisi pandemi maupun pemulihan ekonomi, isu pemerataan, dan pembangunan berkelanjutan," kata Mahendra dalam siaran persnya, Kamis, 2 Desember 2021.

    Mahendra menyatakan, saat ini terjadi anomali di tingkat dunia dalam menghadapi pandemi. Di satu sisi terjadi krisis global yang berdampak terhadap ekonomi serta sosial sehingga perlu kebersamaan. "Di lain pihak juga terjadi krisis kepemimpinan global sehingga menyulitkan penyelesaian pandemi," katanya.

    Selain itu, Mahendra menegaskan saat ini juga terlalu banyak politisasi seperti vaksin dan obat. Menurutnya, dengan politik yang bebas aktif, Indonesia diharapkan dapat berperan mengatasi krisis global.

    Dia menyebut Presiden Jokowi memberikan contoh kepemimpinan melalui aksi nyata atau konkret. "Presiden Joko Widodo memiliki hubungan baik dengan semua pemimpin dunia, sehingga bisa menjembatani perbedaan kepentingan," tegasnya.

    Pada kesempatan yang sama, Pengamat CSIS Indonesia, Dandi Rafritandi mengatakan posisi Indonesia sebagai Presidensi G20 merupakan kebanggaan bagi warga negara. Tahun depan dianggap tahun yang sangat strategis. Terutama tema yang diangkat adalah tentang pemulihan. Pemulihan ini tidak hanya saja dari sisi ekonomi, tapi juga dari sisi kesehatan, perdagangan, kesehatan, maupun pembangunan. Ini merupakan pemulihan yang komprehensif.

    "Tahun depan merupakan kontribusi terbesar Indonesia. Bagaimana kita bisa melahirkan kembali kerja sama-kerja sama yang dari beberapa tahun lalu mulai pudar akibat pandemi Covid-19. Seperti vaccine nationalism atau vaccination rate di negara yang kurang berkembang masih sangat rendah.

    Dandi Rafritandi menyarankan agar Indonesia mampu menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang dalam forum G20. Jika tidak bisa diselesaikan oleh G20, maka hal ini akan mengancam pemulihan yang berkelanjutan ke depannya. "Tidak ada negara yang bisa pulih secara utuh jika tidak bersama-sama dengan negara lain,"


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.