Jokowi Janji Tunjukan Komitmen Indonesia Atasi Perubahan Iklim

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Presiden Joko Widodo menjadi pembicara pada sesi World Leaders Summit on Forest and Land Use di Scotish Event Campus di KTT Perubahan Iklim PBB (COP26) di Glasgow, Skotlandia, Britania Raya, Selasa 2 November 2021. ANTARA FOTO/Biro Pers dan Media Kepresidenan/Lukas/Handout

    Presiden Joko Widodo menjadi pembicara pada sesi World Leaders Summit on Forest and Land Use di Scotish Event Campus di KTT Perubahan Iklim PBB (COP26) di Glasgow, Skotlandia, Britania Raya, Selasa 2 November 2021. ANTARA FOTO/Biro Pers dan Media Kepresidenan/Lukas/Handout

    TEMPO.CO, Bali - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau mangrove conservation forest yang berada di Bali, Kamis, 2 Desember 2021. Lokasi ini nantinya menjadi salah satu yang akan didatangi oleh para pemimpin G20, pada 2022 mendatang.

    Jokowi mengatakan para pemimpin negara G20 juga akan melihat persemaian mangrove. "Akan kita tunjukan bahwa Indonesia punya komitmen yang kuat dalam perubahan iklim, dan ini akan menunjukkan keseriusan kita merestorasi hutan mangrove, merehabilitasi hutan mangrove, merestorasi hutan gambut, merestorasi lahan kritis di negara kita," kata Jokowi dalam keterangannya usai peninjauan.

    Tak hanya di Mangrove Conservation Forest, hari ini Jokowi juga rencananya meninjau kesiapan infrastruktur jalan, pedestrian, jembatan, dan sejumlah lokasi di kawasan Nusa Dua. Jokowi meyakini komitmen Indonesia terhadap penyelesaian perubahan iklim ini bisa ditunjukkan secara riil di lapangan pada hari pertemuan G20 nanti.

    "Saya kira komitmen itu yang ingin kita tunjukan secara riil, secara kongkrit di lapangan kepada para pemimpin G20," kata Jokowi.

    Selain di Nusa Dua, Jokowi juga direncanakan akan meninjau Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park yang terletak di Uluwatu, Kuta Selatan, Badung. Ini juga merupakan bagian dari persiapan G20 pada Desember 2022 mendatang.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.