Terbang ke Bali, Jokowi Tinjau Sejumlah Fasilitas dan Infrastruktur untuk G20

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Perdana Menteri Italia Mario Draghi  dan Presiden Jokowi menghadiri pertemuan meja bundar selama KTT G20 di Roma, Italia, Sabtu, 30 Oktober 2021. REUTERS/Remo Casilli

    Perdana Menteri Italia Mario Draghi dan Presiden Jokowi menghadiri pertemuan meja bundar selama KTT G20 di Roma, Italia, Sabtu, 30 Oktober 2021. REUTERS/Remo Casilli

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertolak menuju Bali untuk kunjungan kerja, Kamis, 2 Desember 2021. Dalam kunjungan kerja kali ini, Jokowi berangkat bersama Ibu Negara Iriana Jokowi, dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

    Mereka berangkat menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 sekitar pukul 08.00 WIB.

    Melansir dari keterangan Biro Pers Sekretariat Presiden, setibanya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Jokowi akan langsung meninjau sejumlah fasilitas dan infrastruktur yang rencananya akan digunakan pada gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 nanti.

    Sejumlah fasilitas tersebut antara lain Mangrove Conservation Forest, infrastruktur jalan, pedestrian, jembatan, dan sejumlah lokasi di kawasan Nusa Dua.

    Malam harinya Jokowi direncanakan akan meninjau Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park yang terletak di Uluwatu, Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

    Dalam kunjungan kerja ini, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen Tri Budi Utomo, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, dan Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?