Tepis Isu Reshuffle Kabinet, Pratikno: Semua Menteri Tetap Bekerja

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Mensesneg Pratikno meninjau kesiapan penerapan prosedur normal baru di Masjid Baiturrahim, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2020. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/POOL

    Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Mensesneg Pratikno meninjau kesiapan penerapan prosedur normal baru di Masjid Baiturrahim, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2020. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/POOL

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Pratikno membantah rencana reshuffle kabinet Indonesia Bersatu pada pekan depan. Ia mengatakan saat ini para menteri masih diminta fokus mengerjakan tugas-tugasnya.

    "Setahu saya tak ada rencana tersebut. Pokoknya semua menteri tetap bekerja seperti biasanya, semua wamen tetap bekerja seperti biasanya," kata Pratikno di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 1 Desember 2021.

    Isu reshuffle kabinet mencuat karena Rabu, 10 Desember 2021 merupakan Rabu Pon. Selama ini, Presiden Joko Widodo atau Jokowi dipercayai kerap melakukan reshuffle di jajaran kabinetnya pada Rabu Pon.

    Selain itu, isu reshuffle semakin berhembus kencang setelah masuknya Partai Amanat Nasional ke dalam koalisi pemerintahan.

    Meski begitu, Pratikno membantah hal ini. Ia mengatakan saat ini pemerintah dalam situasi waspada menanggulangi Pandemi Covid-19. Selain munculnya varian Omicron, Indonesia juga tengah menghadapi potensi adanya lonjakan kasus Covid19 saat libur Natal dan Tahun Baru.

    "Jadi kita antisipasi. Bagaimana perekonomian tetap bergerak tetapi Covid-19 tetap terkendali," kata Pratikno.

    Terkait bergabungnya PAN ke kabinet Jokowi-Ma'ruf, Pratikno juga membantahnya. "Sampai sekarang belum ada rencana tersebut. Sampai sekarang loh ya," kata Pratikno ihwal isu reshuffle kabinet.

    Baca juga: Jokowi Pilih Rabu Pahing untuk Lantik Andika Perkasa Jadi Panglima TNI


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    RUU IKN: Ibu Kota Negara Baru Dinamai Nusantara

    Dengan UU IKN, pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Ada tiga kementrian dan lebih dari dua ribu PNS yang akan dipindahkan pada tahap awal.