KPK Akan Dalami soal Perencanaan dan Penganggaran Formula E

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (tengah) memberikan keterangan pers tentang operasi tangkap tangan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari (kanan) dan suaminya yang juga anggota DPR dan mantan Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 31 Agustus 2021. KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin serta mengamankan barang bukti Rp326.500.000 dan menahan keduanya sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan suap terkait seleksi kepala desa di Kabupaten Probolinggo. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (tengah) memberikan keterangan pers tentang operasi tangkap tangan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari (kanan) dan suaminya yang juga anggota DPR dan mantan Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 31 Agustus 2021. KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin serta mengamankan barang bukti Rp326.500.000 dan menahan keduanya sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan suap terkait seleksi kepala desa di Kabupaten Probolinggo. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengatakan lembaganya sedang menyelidiki rencana penyelenggaraan Formula E oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dalam penyelidikan itu, kata dia, KPK masih mengumpulkan informasi dengan meminta klarifikasi dari berbagai pihak.

    “Kami mengundang para pihak yang kami duga mengetahui pokok persoalan untuk dilakukan klarifikasi,” kata Alex di kantornya, Jakarta, Kamis, 28 November 2021.

    Alex mengatakan kepada para saksi itu KPK mengklarifikasi informasi yang diterima dari masyarakat. Misalnya, kata dia, perihal biaya, proses perencanaan dan penganggaran ajang balap mobil listrik itu.

    “Proses perencanaannya seperti apa tiba-tiba kok melaksanakan Formula E,” kata dia.

    Selain itu, Alex mengatakan pihaknya juga menelusuri mengenai pembahasan di DPRD DKI, proses penganggaran dan pembayaran uang komitmen kepada pihak penyelenggara. “Apakah ada studi banding ke negara pelaksana Formula E berapa yang dibayarkan,” kata dia.

    Dia mengatakan tentang Formula E memang masih dalam tahap penyelidikan. Dia mengatakan bila sudah cukup bukti, maka akan dilakukan ekspose untuk menentukan apakah kasus ini masuk ranah pidana atau tidak.

    Baca: Stafsus Mensesneg Sebut Penyelenggaraan Formula E Domain DKI, Bukan Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)