Densus 88 Sebut Jamaah Islamiyah Bisa Kumpulkan Belasan Miliar dalam Setahun

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi anggota teroris. shutterstock.com

    Ilustrasi anggota teroris. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bagian Ban Ops Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Komisaris Besar Aswin Siregar, mengatakan kelompok teror Jamaah Islamiyah di Indonesia bisa mengumpulkan belasan miliar rupiah dalam setahun. Dana ini digunakan untuk membiayai operasional kegiatan mereka.

    "Contohnya Syam Abadi ini terungkap dalam pemeriksaan pendapatannya hampir Rp 15 miliar per tahun," kata Aswin dalam konferensi pers, Kamis, 25 November 2021.

    Syam Amal Abadi merupakan lembaga yang ada di atas Syam Organizer, yayasan yang disebut Densus 88 sebagai salah satu media JI untuk mengumpulkan dana (fundraising). Selain itu, diketahui ada juga lembaga bernama BM ABA (Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf).

    Aswin mengatakan hitungan Rp 15 miliar itu baru didapat Densus dari hitungan laporan keuangan kelompok ini. Padahal, menurut Aswin, Jamaah Islamiyah memiliki sistem sel terputus yang bisa membuat mereka menghindari pencatatan-pencatatan formal.

    "Jumlah ini bisa lebih fantastis dibandingkan dengan apa yang bisa diungkap lewat laporan," kata Aswin.

    Pada waktu penyitaan di kantor pusat di Syam Organizer saja, disita duit tunai sebesar hampir Rp 1 miliar. Saat ini, Aswin mengatakan Densus 88 telah menangkap 14 orang anggota BM ABA, dan 10 orang anggota Syam Organizer. Dari mereka, Aswin mengaku sudah mendapatkan lagi nama-nama ataupun peran-peran orang selanjutnya untuk didalami lebih jauh.

    "Pendanaan ini adalah nafas dan darahnya, hidup matinya kelompok teror. Ini memang bukan cuma di kita. Di seluruh dunia kelompok-kelompok ini berusaha mendapatkan sumber dana dari manapun. Sehingga aktivitas teroris itu tidak akan eksis kalau pendanaanya tak ada," kata Aswin.

    Baca: Densus 88 Sebut Peran Farid Okbah dan Zain Beri Arahan Pencarian Dana


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.