Survei FSGI, Mayoritas Responden Sebut Kinerja Nadiem Baik

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Nadiem Makarim bersama guru honorer yang ditumpanginya menginap. Foto: Instagram Nadiem Makarim.

    Nadiem Makarim bersama guru honorer yang ditumpanginya menginap. Foto: Instagram Nadiem Makarim.

    TEMPO.CO, Jakarta - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) memberikan nilai baik untuk rapor kinerja dua tahun Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim.

    FSGI menggunakan 7 indikator kinerja pendidikan, dan melibatkan 777 guru sebagai responden.  "Data hampir 80 persen responden menilai baik terhadap kinerja Mas Menteri," kata Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Mansur dalam keterangannya, Rabu, 24 November 2021.

    Mansur menjelaskan, dari 777 responden, sebanyak 74,9 persen menilai pembelajaran jarak jauh (PJJ) berjalan dengan baik. Sebanyak 74,3 persen berpendapat bantuan kuota berjalan dengan baik.

    Perihal asesmen nasional berbasis komputer (ANBK), lebih dari 80,2 persen guru menyatakan pelaksanaannya sudah baik. Sedangkan Program Guru Penggerak (PGP) dinilai baik oleh 82,5 persen responden.

    Selanjutnya, Program Sekolah Penggerak (PSP) dirasakan baik oleh 79,4 persen responden. Kemudian, 73,6 persen responden menilai Program Organisasi Penggerak (POP) baik untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Terakhir 80,8 persen responden menilai rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) berhasil membantu menyelesaikan masalah guru honor.

    Adapun sekitar 10-20 persen responden menilai semua kebijakan atau program Menteri Nadiem dalam kategori "Cukup". Hal ini, kata Sekjen FSGI Heru Purnomo, dapat dipahami karena sebagian besar program Nadiem diberlakukan secara selektif.

    "Artinya masih terdapat komponen guru yang tidak merasakan manfaat dari program-program Kemendikbudristek. PGP, PSP dan  POP diberikan melalui seleksi yang cukup ketat, sedangkan P3K masih terbatas pada guru honorer yang sudah tercantum di Dapodik," ujar Heru.

    Selain itu, Heru mengatakan masih terdapat kelompok guru yang menilai "Kurang" terhadap kebijakan Menteri Nadiem. Salah satunya mengenai bantuan kuota belajar, terdapat 10,4 persen guru yang menilai kurang lantaran masih terdapat proses penyaluran yang tidak tepat sasaran maupun peruntukannya. Menurut Heru, penilaian kurang ini hendaknya menjadi ruang koreksi dan evaluasi bagi kementerian untuk perbaikan pada tahap pelaksanaan kedepannya.

    Merujuk hasil survei, FSGI pun merekomendasikan agar Nadiem meningkatkan kualitas PJJ, tetap memberikan bantuan kuota belajar dengan memperbaiki proses penyaluran. ANBK harus dilanjutkan serta dilakukan peningkatan pada pemanfaatan hasilnya, lalu Program Guru Penggerak dapat dilanjutkan dengan perbaikan pada proses rekrutmen yang tidak mementingkan kuantitas. Program Sekolah Penggerak juga harus diperbanyak karena lebih dirasakan manfaatnya oleh sekolah.

    FSGI juga meminta Menteri Nadiem Makarim mengevaluasi Program Organisasi Penggerak  karena masih banyak guru yang tidak merasakan dampaknya, serta model rekrutmen PPPK guru harus dievaluasi terkait dengan pola pemberian nilai afirmasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)