Dukung Kurikulum Krisis Iklim, Sekjen Kiara: Kita Tak Punya Planet Cadangan

Reporter

Sejumlah nelayan membentangkan spanduk penolakan terhadap proyek reklamasi di kawasan Industri Marunda Center, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Rabu, 15 September 2021. Pemerintah setempat menghentikan sementara proyek reklamasi tersebut serta mengimbau pengembang untuk menyelesaikan masalah izin terkait lingkungan dan dampak sosial. ANTARA/ Fakhri Hermansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), Susan Herawati, mendukung penerapan kurikulum krisis iklim dalam pendidikan Indonesia. Menurut dia, generasi muda menjadi harapan besar bagi negara untuk bisa mengubah sudut pandang tentang pembangunan yang seharusnya lebih ramah kepada alam.

“Kita tidak punya planet cadangan untuk tempat tinggal,” ujar Susan Herawati dalam pesan tertulis, Kamis, 18 November 2021. Susan menilai permasalahan lingkungan selama ini disebabkan oleh anggapan generasi sebelumnya yang memandang rendah krisis iklim.

Alhasil, kebijakan yang dipilih cenderung memilih pembangunan yang ekstraktif dan eksploitatif. “Tentu kita apresiasi jika para pemangku kebijakan sudah memikirkan krisis iklim yang terjadi di dunia khususnya di Indonesia dan memberi dampak luar biasa kepada nelayan dan perempuan nelayan,” ujar Susan. 

Ia menilai apabila diterapkan kurikulum tersebut harus bisa melihat upaya apa saja yang sudah dilakukan oleh masyarakat untuk menjaga pesisir. Sebab, menurut Susan, penting untuk membangun kurikulum yang mengingatkan manusia yang mempunyai relasi holistik dengan alam. Salah satunya, masyarakat adat dan masyarakat lokal yang sudah menjaga laut selama ini.

Di sisi lain, menurut Susan, kurikulum terkait dengan iklim harus jujur membahas penyebab krisis iklim itu sendiri. “Penyebab krisis iklim, seperti pengambilan pasir laut, perusakan karst, pertambangan dan reklamasi adalah penyebab paling besar dalam krisis iklim yang terjadi di Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Susan juga menilai bahwa kurikulum iklim harus bisa membangun kesadaran jika Indonesia adalah area yang rentan bencana.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim mengatakan bahwa pendidikan lingkungan hidup yang mengedepankan konsep berkelanjutan penting untuk transformasi sistem pendidikan. Sebab, dampak perubahan iklim sudah terlihat dan dirasakan. Selain itu, dia menilai bahwa hal penting lainnya terkait dengan edukasi (kurikulum) perubahan iklim adalah nilai-nilai kearifan lokal dalam pendidikan.

Baca juga: Menanti Integrasi Pendidikan Iklim dalam Kurikulum 

JESSICA ESTER






Bupati Kepulauan Seribu Minta ke Heru Budi Pulau Reklamasi PIK 2 Dimasukkan ke Wilayahnya

4 hari lalu

Bupati Kepulauan Seribu Minta ke Heru Budi Pulau Reklamasi PIK 2 Dimasukkan ke Wilayahnya

Bupati Kepulauan Seribu minta pulau reklamasi PIK 2 dimasukkan ke wilayahnya agar mendorong pemerataan ekonomi dan politik.


Tiga Rencana Nadiem Makarim untuk Pengangkatan Guru PPPK Tahun Depan

6 hari lalu

Tiga Rencana Nadiem Makarim untuk Pengangkatan Guru PPPK Tahun Depan

Nadiem Makarim menyampaikan tiga rencana kebijakan untuk pengangkatan guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)


Jokowi di Depan Guru: Jangan Ilmu Usang 30 Tahun Masih Diberikan ke Siswa

6 hari lalu

Jokowi di Depan Guru: Jangan Ilmu Usang 30 Tahun Masih Diberikan ke Siswa

Jokowi meminta para guru untuk selalu memperbarui informasi yang mereka miliki dalam pembelajaran. Pesan ini disampaikan karena Jokowi melihat ilmu pengetahuan berkembang sangat cepat sekali.


Ganjar Pranowo Sampaikan Keluhan Guru soal PPPK ke Jokowi dan Nadiem

6 hari lalu

Ganjar Pranowo Sampaikan Keluhan Guru soal PPPK ke Jokowi dan Nadiem

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meyampaikan keluhan para guru honorer di daerahnya soal seleksi PPPK di depan Presiden Jokowi dan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim.


Duta Besar Norwegia Ungkap Upaya Negosiasi Ulang Dana Lingkungan

7 hari lalu

Duta Besar Norwegia Ungkap Upaya Negosiasi Ulang Dana Lingkungan

Duta Besar Norwegia Rut Krger Giverin mengungkapkan bagaimana upayanya untuk mengosiasi ulang dana lingkungan yang duul putus.


Pemkab Kubu Raya Luncurkan Kurikulum Gambut dan Mangrove

9 hari lalu

Pemkab Kubu Raya Luncurkan Kurikulum Gambut dan Mangrove

Dengan meningkatnya pemahaman akan kerentanan mangrove dan gambut, setiap sekolah didorong mencari inisiatif memitigasinya.


Hari Guru Nasional, Nadiem Sebut Kebutuhan Guru Terpenuhi Lewat Platform Ini

14 hari lalu

Hari Guru Nasional, Nadiem Sebut Kebutuhan Guru Terpenuhi Lewat Platform Ini

Platform tersebut, kata Nadiem, dibuat berdasarkan kebutuhan yang ada di lapangan, bukan berdasarkan keinginan dari Kementerian Pendidikan.


Cerita Nadiem Terjunkan Tim Gerak Cepat dan Salurkan Bantuan Korban Gempa Cianjur

16 hari lalu

Cerita Nadiem Terjunkan Tim Gerak Cepat dan Salurkan Bantuan Korban Gempa Cianjur

Prioritas utama Nadiem adalah memastikan keselamatan warga pendidikan dan agar proses pembelajaran dapat tetap berjalan.


Profil William Tanuwijaya Komisaris GoTo dan CEO Tokopedia, Pernah Jadi Penjaga Warnet

18 hari lalu

Profil William Tanuwijaya Komisaris GoTo dan CEO Tokopedia, Pernah Jadi Penjaga Warnet

Gonjang-ganjoing PHK Massal GoTo. William Tanuwijaya, Komisaris GoTo dan CEO Tokopedia ini pernah menjadi penjaga warnet.


Nadiem Minta Pemda Angkat Guru Penggerak Jadi Kepala Sekolah

20 hari lalu

Nadiem Minta Pemda Angkat Guru Penggerak Jadi Kepala Sekolah

Nadiem mengatakan guru penggerak memiliki kesempatan besar menjadi calon kepala sekolah dan pengawas sekolah.