Eks Menhan Ryamizard Kritik Mendikbud Soal Kurikulum Pendidikan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memberikan sambutan saat menghadiri acara silaturahmi dan halalbihalal bersama Presidium Alumni 212 di Hotel Shangrila, Jakarta, Kamis, 27 Juni 2019. Dalam sambutannya, Ryamizard mengajak semua pihak bersatu usai Pemilu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memberikan sambutan saat menghadiri acara silaturahmi dan halalbihalal bersama Presidium Alumni 212 di Hotel Shangrila, Jakarta, Kamis, 27 Juni 2019. Dalam sambutannya, Ryamizard mengajak semua pihak bersatu usai Pemilu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, mengaku kecewa dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Tanpa menyebut nama menteri tersebut, ia menilai kebijakan untuk pendidikan anak kurang mengedepankan wawasan kebangsaan.

    "Saya juga kecewa itu pada Mendikbud. Kenapa? Menurut saya itu, kalau menjadikan anak itu hebat artinya dia bermoral, itu mulai dari kelas 1 SD," kata Ryamizard dalam dialog kebangsaan, Rabu, 10 November 2021.

    Ryamizard mengatakan, kebijakan saat ini memang mengedepankan hal yang serba milenial agar tidak ketinggalan zaman. Namun, ia memandang hal tersebut perlu bergandengan dengan wawasan kebangsaan yang mengerti bangsa dan para pahlawan. Di samping itu, Ryamizard mengatakan anak-anak juga perlu memahami agama. "Berpegang pada tiga itu. Sekarang hanya milenial, enggak ngerti agama, merusak moral," kata dia.

    Mantan Pangkostrad ini menceritakan, ada program cerdas cermat di televisi pada tiga tahun lalu. Saat itu ada pertanyaan tentang letak Candi Borobudur. Pilihan jawabannya saat itu ada di Maladewa, Indonesia, dan negara lain. Tetapi, kata Ryamizard, jawaban para peserta tidak ada yang memilih Indonesia.

    "Gimana cinta bangsa. Orang luar saja bangga dengan Borobudur. Ini salah satu ketiadaan wawasan kebangsaan, budi pekerti. Ini mungkin nanti bapak-bapak dari PKS bantu mengajukan kembali hal-hal itu. Makin hari makin rusak," kata dia.

    Ryamizard juga menyampaikan pentingnya menanamkan bela negara sebagai landasan sikap dan perilaku bangsa Indonesia sebagai bentuk revolusi mental. Sebab, kata dia, hal tersebut dapat membangun daya tangkal bangsa dalam menghadapi kompleksitas dinamika ancaman, sekaligus mewujudkan ketahanan nasional.

    FRISKI RIANA

    Baca juga: Wamenhan Sebut Program Bela Negara Terinspirasi Dari Kemajuan Era Digital


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.