Deretan Tokoh Perempuan di Balik Sumpah Pemuda

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pengunjung mengamati koleksi benda sejarah di Museum Sumpah Pemuda, Jalan Kramat Raya No 106, Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2020.

    Pengunjung mengamati koleksi benda sejarah di Museum Sumpah Pemuda, Jalan Kramat Raya No 106, Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2020.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kongres Pemuda II yang berlangsung pada 27-28 Oktober 1928 tidak hanya dihadiri oleh laki-laki saja. Sejarah mencatat dalam kongres yang melahirkan Sumpah Pemuda itu turut dihadiri sepuluh perempuan.

    Dilansir dari historia.id, terdapat 750 orang yang mengikuti Kongres Pemuda II namun hanya 75 yang tercatat. Sementara dari sepuluh perempuan yang hadir, hanya tujuh yang dapat ditelusuri profilnya.

    Para perempuan yang hadir dalam Kongres Pemuda II ini merupakan sosok yang aktif dalam pergerakan. Berikut tokoh-tokoh perempuan di balik lahirnya Sumpah Pemuda.

    Poernomowulan 

    Poernomowulan merupakan tokoh pendidikan yang membacakan prasarannya tentang pendidikan. Dari kesaksian Wage Rudolf Supratman, bersama Sarmidi Mangunsarkoro dalam kongres tersebut, ia aktif juga dalam Jong Java. 

     

    Siti Sundari

    Ia adik dari dr. Sutomo. Siti aktif dalam gerakan dan menerbitkan Wanita Sworo, yakni majalah berbahasa dan aksara Jawa yang terbit di Pacitan pada 1912.

     

    Emma Poeradiredja

    Tokoh perempuan yang satu ini merupakan pendiri Istri Pasundan (PASI). Ia aktif dalam gerakan Jong Java dan Jong Islaminten Bond. Emma terpilih sebagai Ketua Umum PASI selama sekitar 40 tahun karena keteguhan, dedikasi, dan perjuangan, hingga akhir hayatnya. 

     

    Suwarni Pringgodigdo

    Ia dikenal sebagai pendiri gerakan Istri Sedar. Pasca-Indonesia merdeka, ia menjadi anggota DPR. 

     

    Johanna Masdani Tumbuan

    Ketika Kongres Pemuda, ia berusia 18 tahun. Ia kemudian aktif dalam perjuangan kemerdekaan. Ia menerima beberapa penghargaan dari era Soekarno hingga Habibie, yakni medali Sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia (1953), Bintang Satya Gerilya (1958), Bintang Satya Lencana Penegak (1967), Bintang Mahaputera Utama (1998), dan beberapa penghargaan lain.

     

    Dien Pantouw

    Ia merupakan istri dari Sunario Sastrowardoyo. Keduanya pertama kali bertemu saat Kongres Pemuda II dan beberapa waktu setelah saling berkirim surat sampai akhirnya menikah.

     

    Suyatin Kartowijono

    Suyatin sejatinya tidak hadir dalam Kongres Pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda karena sedang berada di Yogyakarta. Meski begitu, ia tetap mengikuti jalannya sidang dari pemberitaan media massa dan kabar dari rekan-rekannya di Jakarta.

    M. RIZQI AKBAR

    Baca juga:

    Sumpah Pemuda, Mahasiswa Deklarasi Aliansi Mahasiswa Disabilitas Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)