Kasus Menwa UNS: Kapolres Solo Sebut Akan Usut dengan Transparan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Markas resimen mahasiwa atau Menwa Universitas Sebelas Maret (UNS) ditutup sementara waktu usai tewasnya salah satu mahasiswa saat mengikuti pendidikan dan latihan dasar atau Diklatsar Menwa. Foto: Antara

    Markas resimen mahasiwa atau Menwa Universitas Sebelas Maret (UNS) ditutup sementara waktu usai tewasnya salah satu mahasiswa saat mengikuti pendidikan dan latihan dasar atau Diklatsar Menwa. Foto: Antara

    TEMPO.CO, JakartaPolres Kota Solo Kombes Ade Safri Simanjutak menyatakan kepolisian akan berupaya transparan mengungkap kasus tewasnya mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Gilang Endi Saputra (23 tahun). Gilang yang merupakan mahasiswa semester tiga D-4  Jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja meninggal saat mengikuti pendidikan dan latihan dasar resimen mahasiwa atau Menwa UNS.

    Menurut Kapolres, penyidik terus bekerja untuk mengungkap kasus ini. Terakhir kepolisian sudah meminta keterangan para saksi hingga mengumpulkan barang bukti. "Status penyelidikan ditingkatkan jadi penyidikan sejak Senin, 25 Oktober," ujar Ade,

    Secara langsung Kapolres Solo menyerahkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP) kepada keluarga korban. 

    Ihwal dugaan adanya kekerasan, Kapolres menuturkan kepolisian akan secepatnya menggelar perkara setelah hasil autopsi keluar untuk mengarah kepada tersangka.

    Sementara ayah korban, Sunardi, berharap kasus yang menimpa anaknya bisa segera terungkap dengan transparan, jujur, dan lancar. Ia berharap kejadian yang menimpa anaknya menjadi yang terakhir. 

    Penyidik Polres Kota Solo sudah memeriksa 26 saksi dalam perkara Menwa UNS. Ada delapan saksi tambahan yang diperiksa. Mereka adalah tiga anggota panitia Diklatsar Menwa dan lima peserta yang mengikuti kegiatan.

    Penyidik Satreskrim Polresta Solo juga telah berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Upaya itu ditempuh untuk memberikan pendampingan perlindungan terhadap para saksi dalam kasus tewasnya peserta Diklatsar Menwa UNS.

    Baca juga: Peserta Diklatsar Tewas, Wakil Rektor Akan Evaluasi Kegiatan Menwa UNS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)