Mahasiswa UNS Meninggal Saat Ikut Diklat Menwa, Polisi: Belum Ada Tersangka

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Markas resimen mahasiwa atau Menwa Universitas Sebelas Maret (UNS) ditutup sementara waktu usai tewasnya salah satu mahasiswa saat mengikuti pendidikan dan latihan dasar atau Diklatsar Menwa. Foto: Antara

    Markas resimen mahasiwa atau Menwa Universitas Sebelas Maret (UNS) ditutup sementara waktu usai tewasnya salah satu mahasiswa saat mengikuti pendidikan dan latihan dasar atau Diklatsar Menwa. Foto: Antara

    TEMPO.CO, Semarang - Polisi telah memeriksa 18 saksi kasus meninggalnya seorang mahasiswa Universitas Sebelas Maret atau UNS ketika mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar. Korban bernama Gilang Endi meninggal saat mengikuti Diklat Resimen Mahasiswa kampus tersebut pada Ahad, 24 Oktober 2021.
     
    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Tengah Komisaris Besar Iqbal Alqudusy menyebutkan saksi yang telah diperiksa terdiri dari delapan orang peserta diklat dan sembilan panitia dari Menwa. "Serta satu orang dosen UNS," sebutnya pada Selasa, 26 Oktober 2021.
     
    Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, polisi juga menemukan bekas tanda kekerasan pada jasad korban. Jasad korban telah diautopsi di Rumah Sakit Umum Daerah Moewardi Solo. "Dari hasil autopsi ada tanda-tanda kekerasan," kata Iqbal. 
     
    Menurut Iqbal, penyelidik masih menunggu hasil autopsi lengkap dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polri. "Hasil lengkapnya nanti saya sampaikan kalau sudah turun dari Dokkes," ujar dia.
     
    Iqbal mengatakan, hingga kini polisi belum menetapkan tersangka dalam insiden meninggalnya mahasiswa UNS ini. "Belum (ada tersangka)," katanya. "Masih terus maraton berupaya ungkap kasus tersebut."

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.