Polri Jelaskan Alasan Belum Blokir Aplikasi Judi dan Pornografi

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono bersama Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Himawan Bayu Aji dan Kabagpenum Kombes Ahmad Ramadhan (kiri) memberikan keterangan pers terkait kasus penyusupan situs judi online pada situs resmi pemerintah dan lembaga pendidikan di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 13 Oktober 2021.  Dalam kasus ini turut disita sejumlah laptop dan CPU dan PC, puluhan HP, hingga belasan token bank swasta. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono bersama Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Himawan Bayu Aji dan Kabagpenum Kombes Ahmad Ramadhan (kiri) memberikan keterangan pers terkait kasus penyusupan situs judi online pada situs resmi pemerintah dan lembaga pendidikan di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 13 Oktober 2021. Dalam kasus ini turut disita sejumlah laptop dan CPU dan PC, puluhan HP, hingga belasan token bank swasta. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Polri menyatakan belum mengajukan pemblokiran terhadap aplikasi 19Love.me. Aplikasi itu memuat konten permainan perjudian dan video live pornografi

    Direktur Tindak Pidana Umum Brigadir Jenderal Andi Rian mengatakan penyidik masih mendalami kasus tersebut. "Kami masih dalam proses pengembangan sehingga belum ditutup," ujar dia melalui konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan pada Selasa, 26 Oktober 2021.

    Penyidik, kata Andi, masih menelisik dugaan keterlibatan pelaku lain serta perputaran uang yang dihasilkan dari aplikasi 19Love.me tersebut. Saat ini sudah ada empat orang yang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

    Adapun terkait dengan perputaran uang, aplikasi itu diketahui mampu meraup omset hingga Rp 4,5 miliar setiap bulan. "Kami sudah mendeteksi (pelaku lain) karena ini tersebar di seluruh Indonesia. Tentunya ini tidak serta merta langsung kami tutup," ucap Andi. 

    Dalam aplikasi ini, untuk konten judi, pemain tinggal memilih sembilan jenis permainan yang tersedia. Sedangkan konten pornografinya ialah ada host wanita yang menggunakan pakaian terbuka serta beradegan seks secara daring. 

    Namun, supaya dapat bermain dan menikmati konten pornografi, pemain harus membeli koin terlebih dahulu dengan minimal mengisi atau top up sebesar Rp 36 ribu atau ditukar menjadi 12 koin. 

    Atas perbuatannya, keempat tersangka dalam perkara perjudian dan pornografi berbasis aplikasi ini dikenakan Pasal 330 KUHP dan atau Pasal 45 ayat (1) dan (2) JO Pasal 27 ayat (1) dan (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE JO Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan DAN Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. 

    Baca juga: Polri Ungkap Judi dan Pornografi Berbasis Aplikasi, Kantongi Omset Rp 4,5 M 

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)