Sekjen PDIP Sebut Penentuan Capres Tak Hanya Lihat Survei

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto bersama sejumlah kader bersepeda dalam kegiatan

    Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto bersama sejumlah kader bersepeda dalam kegiatan "Gowes Bareng PDI Perjuangan" di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Ahad, 28 Februari 2021. Mereka tampak kompak mengenakan rompi merah. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan penentuan calon presiden atau Capres 2021 dari partainya tak bisa berdasarkan hasil survei semata. Dia mengatakan, PDIP memiliki mekanisme untuk menentukan calon yang akan diusung di pemilihan.

    "Tolak ukur seorang pemimpin bangsa dan negara tidaklah semata-mata dari survei," kata Hasto dalam keterangan tertulis, Sabtu, 23 Oktober 2021.

    Di PDI Perjuangan, kata Hasto, pemimpin yang mengikuti kontestasi harus melalui kaderisasi kepemimpinan masyarakat, terjun ke tengah rakyat, dan telah melalui berbagai ujian kepemimpinan. "Khususnya ketika dihadapkan untuk mengambil keputusan yang sulit, terasa pahit, dan berisiko, namun baik bagi masa depan bangsa dan negara," ujarnya.

    Selain itu, dia mengatakan penentuan calon presiden dan calon wakil presiden dilakukan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri seperti pada tahun 2014 dan 2019 lalu.

    Hasto menilai banyak pengalaman yang keliru ketika mengambil keputusan berdasarkan hasil survei semata. Dia mencontohkan hasil survei Susilo Bambang Yudhoyono yang tinggi sebelum pemilihan presiden sebelumnya. Ia mempertanyakan warisan atau legacy dari mantan presiden dua periode itu.

    Menurut Hasto, hal itu menjadi pendidikan politik bagi partainya untuk mencari sosok pemimpin yang berani mengambil tanggung jawab dan keputusan kendati pahit.

    "Kami bukan mencari pemimpin yang menyenangkan semua pihak, tetapi yang punya tanggung jawab bagi masa depan bangsa dan negara," kata dia.

    Hasto melanjutkan, seorang presiden harus bertanggung jawab terhadap negara dan rakyatnya di masa depan. Presiden, kata dia, juga mesti berani tampil menghadapi tantangan internasional. Seperti ketegangan di Laut Cina Selatan, krisis di Timur Tengah, dan beban kebijakan fiskal terhadap utang akibat akumulasi pinjaman luar negeri di masa lalu dan akibat pandemi.

    Menurut Hasto, PDIP mempersiapkan calon pemimpin mendatang dengan sebaik-baiknya. Ia mengatakan Megawati akan memikirkan hal itu secara matang sembari berkontemplasi, melihat rekam jejak calon, kepribadian, teknokrasi, dan lainnya.

    "Namun yang pasti, Bu Megawati selalu berdialog dan mencari pemimpin yang sesuai dengan kehendak rakyat," ujar Hasto.

    Merujuk sejumlah lembaga survei, kader PDIP yang popularitas dan elektabilitasnya tinggi ialah Ganjar Pranowo. Nama Gubernur Jawa Tengah itu menempati posisi tiga besar dalam hasil sigi bursa calon presiden mendatang.

    Survei Charta Politika pada 20-24 Maret 2021, misalnya, mencatat elektabilitas Ganjar Pranowo sebesar 16 persen. Adapun Indikator Politik Indonesia pada 13-17 April 2021 menemukan elektabilitas Ganjar sebesar 15,7 persen.

    Baca juga: Sekjen PDIP Sentil FX Rudy yang Dukung Ganjar Pranowo Capres 2024


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)