Kuasa Hukum Anzawara Dibacok Orang Tak Dikenal di Lokasi Tambang Batubara Kalsel

Ilustrasi pembacokan. istimewa

TEMPO.CO, Banjarmasin - Kuasa hukum salah satu pemilik IUP batu bara PT Anzawara Satria, Jurkani, dibacok oleh orang tak dikenal di lokasi tambang batubara yang telah terpasang police line. Aksi pembacokan di lahan IUP milik Anzawara Satria itu terjadi pukul 17.45 Wita, Jumat 22 Oktober 2021.

Menurut Kasi Humas Polres Tanah Bumbu, Ajun Komisaris I Made Rasa, pembacokan terjadi di kawasan pertambangan batubara di Desa Bunati, Kecamatan Angsana. Saat itu, kata Made, korban sedang menumpang mobil pukul 17.45 Wita pada Jumat, 22 Oktober 2021.

“Penganiayaan bermula ketika pelaku menghadang mobil LV Strada DA 8279 ZJ warna putih yang dikendarai oleh korban, Jurkani. Kemudian ia memecah kaca mobil kanan bagian belakang dengan mengunakan batu, setelah itu membacok Jurkani,” kata Made Rasa kepada Tempo, Jumat 22 Oktober 2021.

Bacokan itu mengakibatkan luka pada bagian tangan sebelah kanan, dan luka pada kaki kiri. Menurut Made, korban dibawa ke klinik Safira untuk menjalani perawatan. Setelah itu, korban dirujuk ke rumah sakit di Banjarmasin.

Atas kejadian tersebut, saksi mata melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Angsana Polres Tanah Bumbu guna proses lebih lanjut. “Kondisi korban masih hidup,” ujar Made.

Menurut dia, tim Buser Polres Tanah Bumbu dan Polda Kalsel masih mengejar terduga pelaku pembacokan terhadap Jurkani.

Bareskrim Polri telah memasang garis polisi di lokasi penambangan ilegal itu pada Kamis, 14 Oktober 2021. Di lokasi, Tempo mendapati sejumlah titik terpasang police line di atas tumpukan batu bara. Ada pula empat pondokan turut dipasangi garis polisi. Namun, Tempo tidak menemukan satu pun alat berat di lokasi penambangan ilegal tersebut.

Juru bicara PT Anzawara Satria, Romeir Emma Rivila, berkata tim Bareskrim memasang police line sebanyak 10 titik di lokasi tersebut pada Kamis, 14 Oktober 2021. Menurut Emma, kedatangan Bareskrim setelah Anzawara melaporkan dugaan tambang ilegal ke Kepala Polri pada 15 September 2021.

“Waktu di Krimsus (Ditreskrimsus Polda Kalsel) kami sudah lapor, terus ke lapangan, mereka enggak police line. Setelah itu belum ada kelanjutannya, maka kami ambil sikap mengadukan ini ke Kapolri,” kata Romeir Emma kepada Tempo.

Emma mendapati aktivitas penambangan ilegal di lahan IUP Anzawara mulai terlacak sejak 26 Juni 2021. Awalnya, ia mengadukan ada 10 titik penambangan ilegal ke polisi. Namun, kata Emma, lokasi penambangan ilegal itu makin meluas.

“Kami bersyukur laporan kami ke Kapolri, dan Bareskrim datang ke lapangan langsung,” lanjut Emma.

Beberapa hari setelah kedatangan Bareskrim, alat berat penambang batubara ilegal kembali berupaya masuk ke lokasi yang telah dipasang police line. Namun, kedatangan mereka berhasil dihadang oleh Jurkani dan pegawai Anzawara Satria.

DIANANTA P. SUMEDI






Bareskrim Polri Tetapkan Empat Tersangka Perorangan dalam Kasus Gagal Ginjal Akut Anak

1 hari lalu

Bareskrim Polri Tetapkan Empat Tersangka Perorangan dalam Kasus Gagal Ginjal Akut Anak

Penyidik menetapkan empat tersangka perorangan dalam kasus gagal ginjal akut yang kaitannya dengan korporasi. Kemudian telah dilakukan penahanan.


Haul Akbar ke-18 Guru Sekumpul Digelar, Berikut Profil Ulama Ternama dari Martapura

4 hari lalu

Haul Akbar ke-18 Guru Sekumpul Digelar, Berikut Profil Ulama Ternama dari Martapura

Haul akbar ke-18 Guru Sekumpul kembali digelar. Lantas, siapakah sebenarnya sosok Guru Sekumpul atau KH Muhammad Zaini bin Abdul Gani ini?


Pohon Ulin Tambah Koleksi Tumbuhan Langka di Taman Biodiversitas di Kalimantan

6 hari lalu

Pohon Ulin Tambah Koleksi Tumbuhan Langka di Taman Biodiversitas di Kalimantan

Populasi jenis pohon ulin disebutkan sudah semakin langka di alam akibat eksploitasi yang dilakukan secara besar-besaran di masa lalu.


Curigai Ada yang Biayai Anton Gobay, Kabareskrim: Kami akan Telusuri Duitnya Dari Mana

6 hari lalu

Curigai Ada yang Biayai Anton Gobay, Kabareskrim: Kami akan Telusuri Duitnya Dari Mana

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto mengatakan pihaknya menindaklanjuti kasus penangkapan WNI tersebut dengan menelusuri sumber keuangan Anton Gobay.


Heboh Uang Rp 500 Triliun Haji Amin, Bermula dari Barang Antik Pedagang Samurai 3 Tombol

8 hari lalu

Heboh Uang Rp 500 Triliun Haji Amin, Bermula dari Barang Antik Pedagang Samurai 3 Tombol

Muhammad Amin atau Haji Amin mendadak viral setelah dirinya memamerkan saldo tabungannya yang berjumlah Rp500 triliun. Apa pendapat ahli keuangan?


Bareskrim Polri Menunggu Status P21 Berkas Ismail Bolong dari Kejaksaan Agung

10 hari lalu

Bareskrim Polri Menunggu Status P21 Berkas Ismail Bolong dari Kejaksaan Agung

Sampai dengan saat ini Bareskrim Polri masih menunggu jawaban dari JPU terkait kelengkapan berkas perkara P21 dari tersangka Ismail Bolong.


Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak, Bareskrim Polri Serahkan Berkas Perkara PT Afi Farma ke Kejaksaan

10 hari lalu

Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak, Bareskrim Polri Serahkan Berkas Perkara PT Afi Farma ke Kejaksaan

Bareskrim Polri telah menyerahkan berkas kasus gagal ginjal akut pada anak ke Kejaksaan Agung dengan tersangka korpasi PT Afi Farma.


Kabareskrim Tegaskan Bakal Lanjutkan Kasus Kekerasan Seksual di Kemenkop UKM

11 hari lalu

Kabareskrim Tegaskan Bakal Lanjutkan Kasus Kekerasan Seksual di Kemenkop UKM

Komjen Agus Andrianto mengatakan Polri melanjutkan penyelidikan kasus dugaan kekerasan seksual yang dialami pegawai Kemenkop UKM


Kominfo Blokir Situs dan Grup Facebook Berisi Jual Beli Organ, Ini Kronologinya

15 hari lalu

Kominfo Blokir Situs dan Grup Facebook Berisi Jual Beli Organ, Ini Kronologinya

Kementerian Kominfo telah memutus akses ke tujuh situs dan lima grup media sosial yang memuat konten jual beli organ tubuh manusia.


Tebas Lawan dengan Celurit Saat Tawuran di Neglasari, 3 Pelajar Ditangkap di Sekolah

20 hari lalu

Tebas Lawan dengan Celurit Saat Tawuran di Neglasari, 3 Pelajar Ditangkap di Sekolah

Para tersangka tawuran dan pengeroyokan itu diciduk polisi di sekolahnya pada Selasa kemarin, berikut barang bukti senjata tajam.