Disabilitas Jakarta Rasakan Kenyamanan di Unit Hunian Khusus

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita

    INFO NASIONAL - Untuk menghadirkan keadilan sosial dan memberikan kesempatan yang sama pada setiap warganya, Pemprov DKI Jakarta menyediakan unit hunian khusus yang nyaman bagi disabilitas di kawasan rumah susun. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta menyediakan 24 unit hunian khusus penyandang disabilitas di 10 kawasan rusunawa, beberapa di antaranya telah terisi. Ada pula satu unit hunian khusus penyandang disabilitas di Kampung Susun Akuarium yang juga telah dihuni.

    Kepala DPRKP DKI Jakarta, Sarjoko, menyebut, ada 17 Rusunawa yang telah memiliki unit hunian khusus penyandang disabilitas, yakni Rusunawa Tambora, KS Tubun, Jatinegara Barat, Semper Barat, Rorotan, Nagrak, Penjaringan, Daan Mogot, Rawa Buaya, Tegar Alur, Cakung Barat, Jalan Bekasi KM2, Rawa Bebek Tipe Keluarga, Penggilingan, Pulogebang Penggilingan, BLK Pasar Rebo, dan Pulo Gebang. Unit khusus tersebut terletak di lantai dasar rusun. 

    “Jumlah unit khusus penyandang disabilitas terhuni paling banyak terdapat pada kawasan Rusunawa Rawa Bebek dan Cakung Barat, masing-masing memiliki empat unit khusus penyandang disabilitas. Selain karena ketersediaan unit, mereka memilih tinggal di rusun tersebut karena ada keluarga yang juga tinggal di rusun itu. Terdapat pula kasus warga eksisting yang di kemudian hari mengalami gangguan kesehatan dan menjadi berkebutuhan khusus," kata Sarjoko.

    Rusunawa, kampung susun, ataupun rumah DP 0 Rupiah yang dibangun dan dikelola oleh DPRKP DKI Jakarta telah menggunakan standar keselamatan, serta penyediaan fasilitas sosial dan fasilitas umum yang menunjang kaum disabilitas. Menurut Sarjoko, selain fasilitas akses menuju bangunan, seperti ramp dan jalur pemandu, kemudahan lain untuk penyandang disabilitas adalah slot parkir mobil khusus dan toilet khusus di lantai dasar. Ada pula lift, ruang untuk pengguna kursi roda pada bangunan, serta amphitheater dan fasilitas lainnya pada RPTRA di kawasan rusunawa.

    Sarjoko menambahkan, bagi penyandang disabilitas yang berminat menempati unit hunian khusus tersebut, cara mendaftarnya sama seperti pendaftar sewa unit hunian pada umumnya. “Namun, pada saat daftar ulang, petugas UPRS (Unit Pelayanan Rumah Susun) akan mengidentifikasi kondisi fisik pendaftar. Tetapi, jika tidak tampak secara fisik, maka pendaftar dapat menginformasikan kondisinya kepada petugas,” imbuhnya.

    Salah seorang penghuni di Rusun Pulo Gebang Tower C yang merasakan manfaat dari unit hunian khusus penyandang disabilitas, Ketut Ayu Ganevi, menyatakan, sejak menempati hunian pada 22 September 2019, ia mengaku nyaman dengan fasilitas yang memadai di sana. Ganevi adalah ibunda dari Adinda Rahmadani, penyandang disabilitas cerebral palsy athetoid dan epilepsy. "Fasilitas dan keamanannya memadai, termasuk layanan puskesmas yang dekat dengan rusun. Ternyata anak saya timbangannya juga naik karena sehat dan merasa nyaman tinggal di sini," tuturnya yang kerap mengajak anaknya keliling di taman sekitar rusun. 

    Hal tersebut juga dirasakan oleh Jerri Yermia Runtuwailan, disabilitas tunanetra yang tinggal di Rusunawa BLK Pasar Rebo. Ia mengatakan, tempat tinggalnya saat ini sangat nyaman. Selain aksesnya mudah, tempat hunian untuknya juga terbilang besar. "Kamar mandinya besar, ruangannya besar, kamarnya juga besar. Pokoknya nyaman buat saya sebagai difabel," ujarnya yang bermukim sejak Desember 2019.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.