Bantah Zalimi Ma'ruf Amin soal Gelar Kehormatan, Aliansi Dosen UNJ: Hanya Kritik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin memberikan sambutan pada Peresmian Pasar Rakyat Pariaman, Sumatera Barat. ANTARA/Diskominfo Pariaman

    Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin memberikan sambutan pada Peresmian Pasar Rakyat Pariaman, Sumatera Barat. ANTARA/Diskominfo Pariaman

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Presidium Aliansi Dosen UNJ, Ubedilah Badrun tak terima jika penolakan aliansi terhadap rencana pemberian gelar doktor honoris causa kepada pejabat, dianggap menzalimi Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Menteri BUMN Erick Thohir.

    "Tidak ada satu pun kalimat Aliansi Dosen UNJ yang menzalimi kedua pejabat itu. Hal yang kami lakukan adalah kritik tajam berbasis data dan argumen kokoh yang disampaikan secara akademik yang masih memungkinkan bisa diperdebatkan," ujar Ubedilah saat dihubungi, Jumat, 22 Oktober 2021.

    Aliansi dosen UNJ menilai pemberian gelar doktor kepada pejabat bertentangan dengan UU Dikti dan pedoman pemberian gelar doktor kehormatan.

    Dalam pedoman disebutkan bahwa UNJ tidak memberikan gelar doktor kehormatan pada mereka yang sedang berada di pemerintahan. Kemudian pemberian gelar doktor kehormatan kepada Ma’ruf Amin diusulkan oleh fakultas yang tidak memiliki program S3 dengan akreditasi A dan karya yang dibuat dinilai belum termasuk karya luar biasa. Sementara, Erick Thohir diusulkan oleh Fakultas Olahraga yang dinilai tidak ada hubungannya dengan Erick Thohir yang seorang pebisnis.

    Adapun Ketua Bidang Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) Yusherman punya pendapat lain. Yusherman menilai Ma’ruf Amin dan Erick Thohir berhak mendapatkan gelar kehormatan tersebut. Ia pun membeberkan sejumlah karya mereka berdua. Dimulai dari Erick Thohir, Yusherman menyebut bahwa hasil karyanya berupa kepemilikan saham di Philadelphia 76ers (NBA), DC United, dan Inter Milan.

    Erick juga terlibat dalam penyelenggaraan Asian Games 2018. “Enggak bisa dia mendapat doktor honoris causa dari (fakultas) olahraga?,” kata dia dalam acara Sarasehan, Kamis, 21 Oktober 2021.

    Adapun Ma'ruf Amin, Yusherman menilai tokoh Nahdlatul Ulama tersebut amat disegani di Indonesia. Ma’ruf juga pernah menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, dosen, sudah bergelar doktor dan profesor, serta mengabdi di kampus. Selain itu, Ma’ruf Amin juga dikenal sebagai politikus dan ulama. “Wapres lagi. Anda ragukan pula? Alamak," tuturnya.

    Yusherman kemudian menyebut mereka yang menolak rencana pemberian gelar doktor honoris causa kepada dua pejabat itu telah berbuat zalim.
    "Itu kan sama saja dengan menzalimi Erick Thohir dan Ma’ruf Amin,” kata Yusherman.

    Ubedilah Badrun meminta agar polemik pemberian gelar doktor honoris causa kepada pejabat ini menjadiperdebatan akademik. "Pernyataan Yusherman bahwa Aliansi Dosen UNJ menzalimi Ma'ruf Amin dan Erick Thohir itu masuk ke ranah interpretasi atau bahkan area persepsi. Suatu kesimpulan pikiran yang diolah dari selayang pandang, mungkin berbaur dengan perasaan," ujarnya. "Penolakan kami bukan perbuatan zalim. Kalau membanting demonstran, itu baru zalim".

    DEWI NURITA

    Baca: Polemik UNJ, Kemendikbudristek: Pemberian Gelar Honoris Causa Kewenangan Kampus


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)