Kemenkumham Serahkan Seribu Bingkisan untuk Pasien Wisma Atlet

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh berjalan keluar RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu, 11 Agustus 2021. Tingkat keterisian tempat tidur atau 'bed occupancy rate (BOR)' di RSDC Wisma Atlet menurun menjadi 21,9 persen. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh berjalan keluar RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu, 11 Agustus 2021. Tingkat keterisian tempat tidur atau 'bed occupancy rate (BOR)' di RSDC Wisma Atlet menurun menjadi 21,9 persen. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menyerahkan 1.000 bingkisan untuk pasien Wisma Atlet. Acara digelar untuk memperingati Hari Dharma Karya Dhika (Hari Jadi Kemenkumham) 2021 yang bertajuk "Kumham Peduli, Kumham Berbagi".

    Acara penyerahan secara simbolis tersebut dipimpin oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward Omar Sharif Hiariej di Selasar Gedung Ditjen Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Kamis, 21 Oktober 2021.

    Bingkisan untuk pasien Wisma Atlet berupa 1.000 paket kelengkapan adaptasi kebiasaan baru meliputi masker, hand sanitizer, dan alat makan minum pribadi.

    Bingkisan itu diberikan secara simbolis oleh Direktur Perawatan dan Kesehatan Rehabilitasi Direktoral Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Muji Raharjo kepada Kepala Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet secara virtual dari Wisma Atlet.

    Selain bingkisan untuk pasien Wisma Atlet, melalui acara yang berlangsung secara hibrid, baik langsung maupun virtual ini, Kemenkumham juga membagikan bantuan 1.000 paket alat pelindung diri (APD) untuk tenaga kesehatan.

    Ada pula bantuan dan beasiswa Kumham Empati sebesar Rp350 juta untuk keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenkumham yang meninggal dunia akibat Covid-19.

    Acara ini merupakan wujud kepedulian Kemenkumham dalam menanggulangi sekaligus untuk membantu seluruh masyarakat terdampak pandemi Covid-19.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.