Menkes Targetkan 59 Persen Masyarakat Terima Vaksinasi Lengkap Akhir Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin keterangan pers terkait kasus pembobolan data atau ilegal akses pada aplikasi PeduliLindungi di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 3 September 2021. Polda Metro Jaya menangkap pelaku pembobolan data atau akses ilegal aplikasi PeduliLindungi. Dalam kasus tersebut ada empat orang yang ditangkap, salah satunya adalah pegawai kelurahan. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin keterangan pers terkait kasus pembobolan data atau ilegal akses pada aplikasi PeduliLindungi di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 3 September 2021. Polda Metro Jaya menangkap pelaku pembobolan data atau akses ilegal aplikasi PeduliLindungi. Dalam kasus tersebut ada empat orang yang ditangkap, salah satunya adalah pegawai kelurahan. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menargetkan sebanyak 59 persen masyarakat yang menjadi sasaran vaksinasi sudah mendapat vaksin Covid-19 dosis lengkap hingga akhir tahun ini.

    "Kami perkirakan, untuk vaksinasi kedua bisa menyentuh angka 122 juta orang atau 59 persen dari target sasaran pada akhir tahun ini," ujar Budi dalam konferensi pers daring Senin, 18 Oktober 2021.

    Data teranyar per 18 Oktober 2021, total jumlah vaksinasi pertama sudah mencapai 107.981.016. Sementara total jumlah vaksinasi kedua di Indonesia sebanyak 63.188.800. Adapun total sasaran vaksinasi sebanyak 208.265.720 orang.

    "Sesuai arahan Bapak Presiden, kita sudah menembus angka vaksinasi 2 juta/hari selama enam hari di akhir September. Dan di Oktober, kita sudah menembus angka 2 juta pada 13 dan 14 Oktober," ujar dia.

    Dengan percepatan laju vaksinasi, Budi optimistis sebanyak 168 juta orang atau 80,5 persen target sasaran bisa mendapatkan suntikan pertama hingga akhir tahun dan 122 juta orang atau 59 persen dari target sasaran mendapat vaksinasi dosis lengkap.

    Juru bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi sebelumnya menyebut upaya percepatan vaksinasi salah satunya dilakukan dengan mendekatkan pos-pos vaksinasi di tengah-tengah lingkungan warga.

    Selain metode rutin vaksinasi yaitu berbasis fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah membuka alternatif lain yang bersifat massal berupa pos-pos/sentra vaksinasi yang dilakukan melalui kerjasama kemitraan dengan pihak swasta dan masyarakat.

    "Dukungan kemitraan baik berupa tempat layanan, tenaga tim vaksinator, edukasi dan mobilisasi masyarakat, sarana dan prasarana efektif mempercepat pencapaian target vaksinasi," tutur Nadia menggarisbawahi Menkes.

    DEWI NURITA

    Baca Juga: Menkes Budi Gunadi: Butuh 3,5 Tahun Selesaikan Proses Vaksinasi Covid


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)