Jokowi Minta Dampak Pembukaan Bali dan Kepulauan Riau Dievaluasi Berkala

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Petugas melintas saat hari pertama pembukaan kembali penerbangan internasional di area Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis 14 Oktober 2021. Bandara Ngurah Rai resmi dibuka kembali untuk melayani penerbangan internasional meskipun hingga Kamis siang masih belum ada pengajuan 'slot time' penerbangan internasional dari maskapai penerbangan di bandara tersebut. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    Petugas melintas saat hari pertama pembukaan kembali penerbangan internasional di area Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis 14 Oktober 2021. Bandara Ngurah Rai resmi dibuka kembali untuk melayani penerbangan internasional meskipun hingga Kamis siang masih belum ada pengajuan 'slot time' penerbangan internasional dari maskapai penerbangan di bandara tersebut. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar dilakukan evaluasi berkala untuk mengkaji dampak kebijakan pembukaan pintu internasional di Bali dan Kepulauan Riau bagi warga negara asing dari 19 negara. 

    "Terkait dengan daftar 19 negara yang diperbolehkan masuk, Presiden mengingatkan kepada kami agar terus melakukan evaluasi tiap minggunya untuk dapat memitigasi dampak buruk dari pembukaan pintu masuk terhadap 19 negara tersebut," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers daring, Senin, 18 Oktober 2021.

    Luhut menuturkan tidak tertutup kemungkinan akan ada perubahan daftar negara yang diperbolehkan masuk RI sesuai dengan perkembangan situasi. "Misalnya, bila mereka belum membuka (pintu) buat kita, tidak menutup kemungkinan untuk di-drop dari daftar 19 negara tersebut," ujar dia.

    Daftar 19 negara yang diizinkan tersebut adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, Cina, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Prancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

    Daftar tersebut ditetapkan dalam Keputusan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 15 Tahun 2021 yang diteken Kepala Satgas Letnan Jenderal Ganip Warsito pada Jumat lalu. Dalam aturan tersebut, warga dari 19 negara hanya bisa datang ke Bali dan Kepulauan Riau dengan penerbangan langsung dari negaranya. Mereka bisa datang menggunakan kapal pesiar atau kapal layar atau yacht.

    Selain itu penyedia tempat penginapan wajib membentuk Satuan Tugas Protokol Kesehatan untuk mengawasi dan mengendalikan Covid-19 di tengah turis asing. Sedangkan Satgas Prokes juga harus melarang wisatawan keluar dari kamar selama lima hari menjalani karantina. Presiden Jokowi meminta pembukaan dua provinsi itu untuk menerima kunjungan warga asing dievaluasi berkala.

    DEWI NURITA

    Baca Juga: Penerbangan Internasional Bali Dibuka, Belum Berdampak pada Bandara Soetta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)