Polri Gelar Lomba Seni Mural Setelah Sejumlah Kritik di Tembok Ditindak

Reporter

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono memberikan keterangan pers terkait bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar di Gedung Divhumas Mabes Polri, Jakarta, Ahad, 28 Maret 2021. Argo Yuwono mengatakan terduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar berjumlah dua orang yang berboncengan dengan sepeda motor. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI menggelar lomba seni mural Piala Kapolri 2021. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono menyatakan, lomba seni mural itu rencananya bakal berlangsung pada 30 Oktober 2021.

"Acara mengusung tema 'Peran Generasi Muda untuk Berkreasi dalam Menyampaikan Informasi yang Positif di Masa Pandemi Covid-19'," ujar Argo melalui keterangan tertulis pada Senin, 18 Oktober 2021.

Adapun, pendaftaran lomba dibuka pada 27 September hingga 17 Oktober di tingkat kepolisian daerah dan 20 Oktober 2021 di Mabes Polri.

Bagi masyarakat yang akan mendaftar, wajib memenuhi beberapa persyaratan, antara lain memiliki karya yang sesuai dengan sub-tema, mengirimkan konsep mural dalam format PDF serta dimuat dalam satu ukuran maksimal 2500 pixel, rasio media adalah 2.44m x 3.66m, karya harus orisinal dan belum pernah dipublikasikan.

Bagi pendaftar kelompok mencantumkan nama ketua dan anggota, dan mengumpulkan sebelum batas waktu yang ditentukan pada website www.tribratanews.polri.go.id. Pemenang dari perlombaan tersebut akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp30 juta untuk juara 1, Rp15 juta juara 2, dan Rp10 juta bagi juara 3 serta masing-masing Rp5 juta untuk tujuh peserta favorit.

Argo mengatakan, maksud dan tujuan kegiatan yang terbuka untuk masyarakat umum ini adalah sebagai wadah bagi warga luas untuk berkarya dan berkreasi pada masa pandemi. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mengobarkan semangat kemerdekaan, nasionalisme, dan optimisme di kala pandemi dengan melakukan kegiatan positif.

"Menjadi wadah kebebasan berekspresi dan untuk menyalurkan ide melalui karya seni (mural) serta aspirasi dari masyarakat dalam menghadapi permasalahan masyarakat dalam berbagai sektor. Menjadi ajang apresiasi untuk para seniman mural di Indonesia untuk tetap berkarya pada masa pandemi," kata Argo.

Sebelumnya, aparat menghapus mural yang bernada kritik di antaranya, Jokowi '404: Not Found' dan 'Tuhan Aku Lapar' di Tangerang, Banten. Bahkan polisi sempat memburu seniman pembuat mural tersebut. Saat itu, mural '404: Not Found' dihapus dengan alasan dinilai memuat penghinaan terhadap presiden sebagai lambang negara. Namun kasus ini dihentikan.

Setelah ramai soal mural itu, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto meminta polisi untuk tidak bersikap agresif dalam menindak orang yang menggambar mural mirip Presiden Joko Widodo dengan tambahan tulisan '404: Not Found'.

“Presiden tidak berkenan bila kita responsif terhadap hal-hal seperti itu. Bapak Kapolri selalu mengingatkan, terutama dalam penerapan Undang-undang ITE,” ujar Agus saat dikonfirmasi pada Kamis, 19 Agustus 2021.

Agus juga memandang tak ada yang salah dari sebuah kritik. Meski begitu, ia mengingatkan agar kritik tidak sampai melahirkan fitnah. Apalagi yang bertujuan untuk memecah persatuan.n“Kritis terhadap pemerintah saya rasa nggak ada persoalan. Namun kalau fitnah, memecah belah persatuan dan kesatuan, intoleran ya pasti kami tangani," kata Agus.

ANDITA RAHMA

Baca: Mural Dihapus Aparat, Gejayan Memanggil: Perlawanan Akan Terus Bergema






Viral Video Curhat Dugaan Praktik KKN di Polri, Polda Sulsel: Sudah Diklarifikasi, Semua Tak Benar

3 jam lalu

Viral Video Curhat Dugaan Praktik KKN di Polri, Polda Sulsel: Sudah Diklarifikasi, Semua Tak Benar

Polda Sulsel memberikan penjelasan soal video anggota Polres Tana Toraja yang meminta Kapolri menindak tegas dugaan praktik KKN di institusi Polri.


WNA Tidak Bayar Denda Tilang Elektronik, Polda Kepri Punya Penangkalnya

4 jam lalu

WNA Tidak Bayar Denda Tilang Elektronik, Polda Kepri Punya Penangkalnya

Integrasi data Polri dan Imigrasi dapat mencegah WNA yang kena tilang elektronik tapi mangkir dari kewajiban membayar denda.


Alasan Kepolisian Belum Beri Sinyal Kelanjutan Liga Indonesia

10 jam lalu

Alasan Kepolisian Belum Beri Sinyal Kelanjutan Liga Indonesia

Asops Kapolri, Irjen. Agung Setya Imam Effendi mengatakan bahwa saat ini sedang dilakukan penilaian resiko untuk kelanjutan liga Indonesia.


BRI Liga 1 Belum Pasti Bergulir Bulan Ini, Polisi Tunggu Hasil Penilaian Resiko

20 jam lalu

BRI Liga 1 Belum Pasti Bergulir Bulan Ini, Polisi Tunggu Hasil Penilaian Resiko

Polisi masih menunggu hasil penilaian resiko yang dibuat Kementerian PUPR dan Kementerian Kesehatan untuk memberikan izin BRI Liga 1 kembali bergulir.


Laksamana Yudo Margono Jadi Panglima TNI, Ini Kata KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman

21 jam lalu

Laksamana Yudo Margono Jadi Panglima TNI, Ini Kata KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman

KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman menyatakan akan mendukung Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI.


Soal Keberadaan Ismail Bolong, Ini Kata Kapolri

1 hari lalu

Soal Keberadaan Ismail Bolong, Ini Kata Kapolri

Kapolri menyatakan akan ada progres soal pencarian Ismail Bolong setelah mereka memeriksa anak dan istrinya pada Kamis kemarin.


Antar Yudo Margono Jalani Uji Kelayakan Panglima TNI di DPR, Kapolri: Bukti Solid

1 hari lalu

Antar Yudo Margono Jalani Uji Kelayakan Panglima TNI di DPR, Kapolri: Bukti Solid

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan mengantarkan Laksamana TNI Yudo Margono ke uji kepatutan dan kelayakan sebagai Panglima TNI di DPR


Jamin TNI-Polri Solid Jika Terpilih Jadi Panglima, Yudo Margono: Istri Saya Saja Polri

1 hari lalu

Jamin TNI-Polri Solid Jika Terpilih Jadi Panglima, Yudo Margono: Istri Saya Saja Polri

Laksamana Yudo Margono menjamin hubungan TNI-Polri bakal tetap solid jika dirinya terpilih menjadi Panglima TNI.


Polri Ungkap Peran Anak dan Istri Ismail Bolong di Perusahaan Tambang Ilegal

1 hari lalu

Polri Ungkap Peran Anak dan Istri Ismail Bolong di Perusahaan Tambang Ilegal

Bareskrim Polri telah memeriksa istri dan anak Ismail Bolong ihwal kasus dugaan tambang ilegal batu bara di Kalimantan Timur.


Ferdy Sambo Harap Instansi Lain Tangani Kasus Ismail Bolong, Pengamat: Masuk Akal

1 hari lalu

Ferdy Sambo Harap Instansi Lain Tangani Kasus Ismail Bolong, Pengamat: Masuk Akal

Bambang setuju dengan pernyataan Ferdy Sambo agar kasus dugaan gratifikasi tambang ilegal diungkap Ismail Bolong segera ditindaklanjuti instansi lain