Pembangunan Inklusif PBB Sentuh Kaum Marjinal

Suasana Sidang Umum PBB ke-76 di Markas Besar di New York, 21 September 2021. Timothy A. Clary/Pool via REUTERS

INFO NASIONAL – Keterlibatan Indonesia dalam rencana aksi global berupa tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) memerlukan kerja keras agar dapat melaksanakan 17 tujuan yang ditargetkan tercapai pada 2030.

Menyadari tantangan besar yang dihadapi Indonesia dengan beragam permasalahan nan kompleks, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama sejumlah organisasi lainnya menjalin kerja sama dengan Pemerintah Indonesia melaksanakan sejumlah program demi tercapainya target pembangunan inklusif.

Berbagai program yang sebenarnya telah dijalankan bertahun-tahun, terasa kian penting di era pandemi Covid-19 sejak dua tahun terakhir. Dampak pandemi yang sangat masif menimbulkan ketimpangan kian lebar dan memperbesar munculnya kelompok marjinal. Karena itu, PBB perlu menjabarkan program strategis yang telah dan sedang digulirkan.

“Kami ingin menjamin pekerjaan PBB menjangkau semua orang dan setiap orang di Indonesia mendapatkan manfaat dari pembangunan tersebut. Salah satunya dengan membantu pemulihan pasca Covid-19 dan memastikan tidak seorang pun tertinggal,” ujar Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, Valerie Julliand saat membuka media briefing secara virtual dengan topik ‘Upaya Pemulihan Covid-19 melalui Respons Sosial Ekonomi’, Jumat, 15 Oktober 2021.

Untuk menjalankan program pembangunan inklusif itu, PBB telah mengucurkan dana 1,7 juta dolar AS atau sekitar Rp 24 miliar. Adapun kolaborasibersama PBB ini melibatkan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), Program Gabungan PBB untuk HIV/AIDS (UNAIDS), Komisariat Tinggi Urusan Pengungsi PBB (UNHCR), dan Badan Program Pembangunan PBB (UNDP).

Spesialis Ketenagakerjaan ILO Indonesia, Kazutoshi Chatani menjelaskan  PBB mengimplementasikan proyek ‘Employment and Livelihood’ yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan kelompok rentan (orang dengan HIV/ODHA, disabilitas, anak muda, masyarakat desa, dan pengungsi) yang terdampak pandemi. 

“Kami melakukan pelatihan kewirausahaan untuk 2.000 orang dan bantuan pengembangan bisnis secara mendalam untuk 200 orang. Ada juga keterampilan untuk mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan lebih tinggi untuk 1.800 orang. Misalnya di Lombok, para perempuan petenun belajar langsung dari perancang busana,” tutur  Kazutoshi.

Sementara Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) telah mendapat perhatian khusus dari komunitas global. Laporan terakhir,sebanyak 543 ribu ODHA di Indonesia mengalami diskriminasi selama pandemi. “Mereka kehilangan pekerjaan dan terusir dari tempat tinggalnya,” ujar  Penasihat Hak Asasi Manusia dan Gender PBB untuk Indonesia, Yasmin Purba.

MenurutYasmin, diskriminasi tersebut juga merugikan negara. Riset dari William Institute UCLA menyebutkan bahwa pengucilan terhadap kelompok marjinal selama pandemi mengakibatkan kerugian negara sekitar US$ 1 miliar. Karena itu, UNAIDS kini aktif mendorong pembaharuan hukum di Indonesia.

“Dengan mitra, kami melakukan advokasi kebijakan kepada pemerintah, perusahaan, dan serikat pekerja untuk mempromosikan kesetaraan gender, non-diskriminasi, termasuk pada penyandang HIV, dan inklusivitas di tempat kerja,” katanya.

Kelompok terpinggirkan yang juga perlu mendapat perhatian adalah para pengungsi. Jumlahnya di Indonesia menurut data UNHCR per Agustus 2021sebanyak 13.343 orang. UNHCR mengemban tugas untuk menjamin mereka memperoleh hak-hak dasar selama di Indonesia.

Kendati Indonesia tidak ikut meratifikasi pakta perjanjian pengungsi, kerja sama pemerintah dan UNHCR memungkinkan anak pengungsi berkesempatan sekolah dan mendapatkan jatah vaksinasi Covid-19. “Kami mengakui dengan keterbatasan sumber daya, upaya ini belum cukup. Jadi, kami harus memberi prioritas kepada pengungsi paling rentan,” ujar Senior Staf Perlindungan UNHCR, Julia Zajkowski.

Sedangkan Ketua Tim Lab Keuangan Inovatif UNDP untuk Indonesia, Didi Hardiana menitikberatkan pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama pada pemulihan Covid-19. Pasalnya, sektor ini menjadi penggerak ekonomi paling besar selama pandemi. Terdapat lebih dari 64 juta UMKM yang berkontribusi 97 persen terhadap total tenaga kerja dan 60 persen PDB secaranasional.

Ada tiga program yang digelar UNDP. Pertama, Youth Co-Lab Bootcamp berlangsung setiap tahun sejak 2018. “Program ini menjadi wadah kolaborasi dan bertukar ide antara pengusaha muda dengan para ahli pemerintah dan stakeholders,” ujarnya.

Kedua, program She Disrupts Indonesia 2021 menggandeng sejumlah organisasi yang fokus pada pengembangan peran perempuan. She Disrupts ialah wadah untuk menghimpun 24 perusahaan rintisan terpilih untuk  mengikuti program akselerasi. Program ketiga, Basic Entrepreneurship Training atau Pelatihan Kewirausahaan Dasar yang menargetkan 100 orang, khususnya perempuan, kaum muda, disabilitas, dan ODHA. “Nanti yang terpilih akan dibekali kemampuan wirausaha, analisis bisnis, dan perencanaan finansial,” tutur Didi.

Penjabaran empat badan PBB dalam media briefing yang diikuti sekitar perwakilan 48 media se-Indonesia diharapkan akan dipublikasikan lebih luas, sehingga semakin banyak masyarakat mengerti PBB merangkul semua kalangan, no one left behind. (*)






UGM Tembus 10 Besar Dunia Versi THE University Impact Rankings 2022

29 April 2022

UGM Tembus 10 Besar Dunia Versi THE University Impact Rankings 2022

Pada tahun ini Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menembus posisi 10 besar dunia untuk SDG 1, yaitu No Poverty atau Tanpa Kemiskinan.


Siswa MAN 2 Mataram Wakili Indonesia di Simulasi Sidang PBB

2 Maret 2022

Siswa MAN 2 Mataram Wakili Indonesia di Simulasi Sidang PBB

Muhammad Andrianudin, siswa kelas 12 Program Keagamaan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Mataram menjadi wakil Indonesia di simulasi sidang PBB atau MUN.


Sekolah Bogor Raya Jadi Tuan Rumah Simulasi Sidang PBB Harvard Student Agencies

15 Februari 2022

Sekolah Bogor Raya Jadi Tuan Rumah Simulasi Sidang PBB Harvard Student Agencies

Sekolah Bogor Raya menjadi tuan rumah Harvard Student Agencies Model United Nations yang diikuti siswa dari enam benua.


Usaha Sosial Dorong Pemulihan Inklusif Dampak Pandemi Covid-19

18 November 2021

Usaha Sosial Dorong Pemulihan Inklusif Dampak Pandemi Covid-19

Kontribusi usaha sosial terbukti bantu mewujudkan pemulihan dan pembangunan inklusif.


PBB: Kelompok Rentan Bagian Utama Pemulihan Inklusif Dampak Pandemi

22 Oktober 2021

PBB: Kelompok Rentan Bagian Utama Pemulihan Inklusif Dampak Pandemi

Kolaborasi dan pendekatan sosio-ekonomi jadi cara jitu percepepat pemulihan dampak pandemi Covid-19 secara inklusif.


Tim PBB di Indonesia dan Tempo Gelar Kompetisi Karya Jurnalistik Bertema Pemulihan Inklusif Dampak Pandemi Indonesia

15 Oktober 2021

Tim PBB di Indonesia dan Tempo Gelar Kompetisi Karya Jurnalistik Bertema Pemulihan Inklusif Dampak Pandemi Indonesia

Tim PBB di Indonesia dan Tempo Gelar Kompetisi Karya Jurnalistik Bertema Pemulihan Inklusif Dampak Pandemi Indonesia


PBB: 230 Ribu Orang Mengungsi Akibat Kekerasan di Myanmar

25 Juni 2021

PBB: 230 Ribu Orang Mengungsi Akibat Kekerasan di Myanmar

Myanmar berada dalam krisis sejak militer melakukan kudeta pada pemerintahan terpilih


PBB: 8.521 Anak-Anak di Seluruh Dunia Dijadikan Tentara Selama 2020

22 Juni 2021

PBB: 8.521 Anak-Anak di Seluruh Dunia Dijadikan Tentara Selama 2020

PBB mengatakan lebih dari 8.500 anak-anak dijadikan tentara dalam berbagai konflik di seluruh dunia selama 2020.


Antonio Guterres Terpilih Lagi Jadi Sekjen PBB

19 Juni 2021

Antonio Guterres Terpilih Lagi Jadi Sekjen PBB

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjuk kembali Antonio Guterres sebagai sekretaris jenderal untuk masa jabatan lima tahun kedua.


Akanksha Arora Deklarasikan Diri Maju di Pemilihan Sekjen PBB

14 April 2021

Akanksha Arora Deklarasikan Diri Maju di Pemilihan Sekjen PBB

Jika sukses Akanksha Arora akan menjadi wanita pertama dan termuda yang memimpin PBB.