BEM UNJ Tolak Gelar Doktor Honoris Causa ke Ma'ruf Amin dan Erick Thohir

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Wakil Presiden Ma'ruf Amin menjadi khotib salat Jumat di Masjid Istana Wapres, Jakarta, 12 Juni 2020. KIP Setwapres

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin menjadi khotib salat Jumat di Masjid Istana Wapres, Jakarta, 12 Juni 2020. KIP Setwapres

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Jakarta atau UNJ menolak rencana  pemberian gelar doktor honoris causa kepada pejabat pemerintah, termasuk Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Menteri BUMN Erick Thohir.

    "Menolak pemberian gelar kehormatan doktor honoris causa pada siapa pun yang sedang menjabat di pemerintahan,” tulis BEM UNJ melalui akun media sosial Instagram @bemunj_official. yang dikutip hari ini, Sabtu, 16 Oktober 2021.

    Tempo sudah mendapat konfirmasi dari pihak UNJ ihwal pernyataaan tersebut.

    BEM UNJ berharap pimpinan universitas tidak mengubah peraturan apa pun semata hanya untuk memberi gelar kepada para pejabat tersebut.

    "Menuntut Senat UNJ agar tidak merubah peraturan yang ada demi kepentingan yang pragmatis,” demikian pernyataaan BEM UNJ. 

    BEM UNJ juga mengajak semua civitas akademika untuk terus menjaga marwah universitas dengan tidak melakukan hal-hal yang menyalahi nilai-nilai sebagai akademisi.

    Senat Universitas Negeri Jakarta belum mengambil keputusan ihwal rencana pemberian gelar doktor honoris causa kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Menteri BUMN Erick Thohir.

    Rapat pleno Senat UNJ yang digelar pada Kamis lalu menyepakati akan ada aturan yang direvisi terlebih dahulu sebelum pembahasan lebih lanjut.

    "Ada aturan yang tidak sinkron," ucap Ketua Komisi 3 Senat UNJ Suyitno Muslim lewat pesan singkat pada Kamis, 14 Oktober 2021.

    Anggota Presidium Aliansi Dosen UNJ Ubedilah Badrun menyesalkan jika Senat UNJ sampai mengubah aturan hanya demi memberikan gelar doktor honoris causa kepada Ma'ruf Amin dan Erick Thohir.

    "Jika pola merubah aturan demi kepentingan sesaat ini dibiarkan, ini tanda bahaya bagi kebijakan kampus merdeka dan masa depan universitas," tuturnya.

    Menurut Ubedilah, rencana pemberian gelar doktor honoris causa untuk dua pejabat tersebut tidak sesuai dengan Permenristekdikti Nomor 65 tahun 2016, Statuta UNJ tahun 2018, Peraturan Rektor UNJ Nomor 10 tahun 2019 dan Pedoman Pemberian Gelar Kehormatan UNJ tahun 2021.

    BacaPejabat-pejabat yang Berhasil Dapat Gelar Doktor Honoris Causa

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)