Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Dikritik Media Asing, Bagaimana Sebenarnya Aturan Penggunaan Toa Masjid?

Reporter

Editor

Nurhadi

image-gnews
Ilustrasi pengeras suara masjid. Dok. TEMPO/ Bernard Chaniago
Ilustrasi pengeras suara masjid. Dok. TEMPO/ Bernard Chaniago
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Baru-baru ini suara toa masjid kembali dipermasalahkan. Kali ini kritik datang dari media asing Agence France-Presse atau AFP dalam sebuah artikel berjudul “Kesalehan atau hiruk pikuk? Indonesia Mengatasi Reaksi Volume Azan” pada Kamis, 14 Oktober 2021.

Media internasional yang berpusat di Paris, Prancis, ini menuliskan bahwa salah satu narasumber dengan nama samaran Rina mengaku alami gangguan kecemasan lantaran kerap terbangun pukul 3 pagi oleh suara toa masjid. Rina, yang juga seorang muslim, mengaku takut mengeluh sebab keluhannya bisa membuatnya dijebloskan ke dalam penjara atau diserang massa.

Pada 19 Mei 2021 lalu misalnya, diduga salah paham soal toa masjid, sebuah kompleks perumahan mewah di Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, digeruduk massa. Mereka marah karena mendengar penghuni Cluster Illago Perumahan Gading Serpong memprotes suara toa Masjid Jami di Dusun Curug Sangereng, yang berada tak jauh dari perumahan tersebut.

Lalu, bagaimana sebenarnya aturan terkait penggunaan toa atau pengeras suara di masjid? Aturan penggunaan toa di masjid telah diatur dalam Lampiran Instruksi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor KEP/D/101/1978 tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar, dan Mushalla atau kerapnya disebut Instruksi Dirjen Bimas Islam 101/1978.

Dalam lampiran instruksi tersebut diatur syarat-syarat penggunaan pengeras suara, di antaranya tidak boleh terlalu meninggikan suara doa, zikir, dan salat. Selain itu, waktu membunyikan tarhim pun sebenarnya telah diatur dalam instruksi tersebut. Sementara untuk suara azan, dalam instruksi tersebut disebutkan memang harus ditinggikan berdasarkan anjuran Nabi Muhammad, karena sebagai tanda telah tiba waktu salat.

Selain itu, tarhim dan sebagainya boleh diputar apabila orang yang mendengarnya berada dalam keadaan siap untuk mendengarkannya, bukan dalam waktu tidur, istirahat, sedang beribadah atau melakukan upacara.

Berikut ketentuan penggunaan toa masjid yang dikutip Tempo dari dokumen Instruksi Dirjen Bimas Islam 101/1978:

1. Waktu Subuh

Penggunaan pengeras suara paling awal sebelum datangnya waktu salat Subuh adalah 15 menit. Kesempatan ini digunakan untuk membangunkan kaum muslimin yang masih tidur, untuk menyiapkan salat, membersihkan diri, dan lain-lain.

Kegiatan pembacaan ayat suci Al-Quran maupun tarhim dapat menggunakan pengeras suara ke luar, sementara toa di dalam masjid tidak perlu dibunyikan karena dapat mengganggu orang beribadah di masjid. Bila diperlukan untuk kepentingan jamaah, salat Subuh, kuliah Subuh, dan semacamnya menggunakan pengeras suara dan hanya ditujukan ke dalam saja.

2. Waktu Zuhur dan Jumat

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Penggunaan pengeras suara paling awal sebelum datangnya waktu salat Zuhur atau Jumatan adalah lima menit menjelang Zuhur dan 15 menit menjelang waktu Jumat, diisi dengan bacaan Al-Quran yang ditujukan ke luar. Sementara untuk bacaan salat, doa, pengumuman, khutbah dan lain-lain menggunakan pengeras suara yang ditujukan ke dalam.

3. Asar, Magrib, dan Isya

Penggunaan pengeras suara paling awal sebelum datangnya waktu salat asar adalah lima menit sebelum azan, dan dianjurkan dengan membaca Al-Quran. Ketika waktu salat telah tiba, dilakukan azan dengan pengeras suara ke luar dan ke dalam. Sesudah azan, sebaiknya hanya menggunakan pengeras suara ke dalam.

4. Takbir, Tarhim, dan Ramadan

Takbir Idul Fitri, Idul Adha dilakukan dengan pengeras suara ke luar. Tarhim berupa doa menggunakan pengeras suara ke dalam dan tarhim berupa zikir tidak menggunakan pengeras suara. Pada bulan Ramadan di siang dan malam hari sebagaimana pada hari dan malam biasa, dengan memperbanyak pengajian, bacaan Al-Quran menggunakan pengeras suara ke dalam.

5. Upacara hari besar Islam dan Pengajian

Penggunaan pengeras suara saat pengajian hanya boleh menggunakan pengeras suara yang ditujukan ke dalam dan tidak untuk ke luar, kecuali jika pengunjung tablig atau hari besar Islam memang melimpah ke luar.

HENDRIK KHOIRUL MUHID

Baca juga: Perumahan Mewah Gading Serpong Digeruduk Soal Toa Masjid, Mad Romli Minta Maaf

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Muslim Bosnia Peringati Genosida Srebrenica

2 hari lalu

Orang-orang yang selamat dari pembantaian Srebrenica Bosnia tahun 1995 berdoa bagi keluarga mereka, di pemakaman memorial di Potocari pada bulan Juli 2016 [www.rte.ie]
Muslim Bosnia Peringati Genosida Srebrenica

Para pelayat mulai berkumpul di Srebrenica pada Kamis 11 Juli 2024 untuk mengenang pembantaian Muslim Bosnia pada 1995.


Doa Setelah Azan Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin, dan Terjemahan

8 hari lalu

Pada 2020 lalu, Kazi Shafiqur Rahman melakukan adzan di London's Canary Wharf, di jantung kawasan keuangan kota.  Saat mengumandangkan adzan Kazi Shafiqur Rahman diberikan tempat khusus dan diberikan pengawalan ketat oleh pihak kepolisian. Youtube.com
Doa Setelah Azan Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin, dan Terjemahan

Bagi seorang muadzin, wajib tahu bacaan doa setelah azan. Khusus untuk azan maghrib dan subuh, ada doa khusus yang juga harus dilafalkan.


Prancis Gelar Pemilu, Kubu Sayap Kanan Diprediksi Menang Besar

13 hari lalu

Seorang wanita berjalan melewati papan pemilu dengan poster kampanye partai sayap kanan Rassemblement National (Reli Nasional - RN) Perancis dengan wajah pemimpin RN Marine Le Pen dan Presiden RN Jordan Bardella pada malam putaran pertama awal parlemen Perancis pemilu, di Henin-Beaumont, Prancis, 29 Juni 2024. REUTERS/Yves Herman
Prancis Gelar Pemilu, Kubu Sayap Kanan Diprediksi Menang Besar

Para pemilih di Prancis memberikan suara mereka yang dapat melahirkan pemerintahan ekstremis sayap kanan pertama di negara itu sejak Perang Dunia II


4 Fakta Tajikistan Atur Busana Rakyatnya, Ada Larangan Jilbab, Busana Barat dan Sendal Jepit

16 hari lalu

Seorang wanita berada di depan benteng Hisor yang berada di komplek kota tua Hisor (Hissar), Tajikistan, Selasa, 10 September 2019. Penjelajah dunia Marcopolo serta penakluk dunia Alexander Agung dan Jenghis Khan pernah singgah di kota ini. ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo
4 Fakta Tajikistan Atur Busana Rakyatnya, Ada Larangan Jilbab, Busana Barat dan Sendal Jepit

Larangan jilbab dilaporkan muncul di Tajikistan, rakyat juga dilarang gunakan pakaian barat dan sendal jepit


Duta Besar Arab Saudi: Tak Ada Normalisasi dengan Israel Tanpa Negara Palestina

22 hari lalu

Duta Besar Arab Saudi untuk Inggris Pangeran Khalid bin Bandar. X/ChathamHouse
Duta Besar Arab Saudi: Tak Ada Normalisasi dengan Israel Tanpa Negara Palestina

Arab Saudi tidak akan menormalisasi hubungan dengan Israel dengan mengorbankan negara Palestina


Joe Biden Ucapkan Selamat Idul Adha, Singgung Nasib Penderitaan Warga Gaza

25 hari lalu

First Lady AS Jill Biden dan Wakil Presiden AS Kamala Harris dipastikan negatif. REUTERS
Joe Biden Ucapkan Selamat Idul Adha, Singgung Nasib Penderitaan Warga Gaza

Joe Biden dan istrilnya Jill mengucapkan kepada Muslim Amerika dan komunitas Muslim di seluruh dunia


Filipina Menggenjot Wisata Halal, Incar Turis dari Negara Arab

25 hari lalu

Filipina memperkenalkan kampanye pariwisata Love the Philippines di Jakarta, Selasa, 29 Agustus 2023. Wisata halal menjadi bagian dari kampanye ini.
Filipina Menggenjot Wisata Halal, Incar Turis dari Negara Arab

Filipina berupaya menarik lebih banyak pengunjung Muslim dengan memastikan bahwa mereka memiliki akses terhadap produk dan layanan halal


Propaganda Pengeras Suara Korsel terhadap Korut Diaudit karena Terlalu Pelan

26 hari lalu

Tentara Korea Selatan bekerja di sebelah fasilitas militer pengeras suara yang dibongkar pada tahun 2018, dekat zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea di Paju, Korea Selatan, 10 Juni 2024. REUTERS/Kim Hong-Ji
Propaganda Pengeras Suara Korsel terhadap Korut Diaudit karena Terlalu Pelan

Sistem pengeras suara ini dirancang untuk menyiarkan musik K-Pop dan pesan politik sejauh 10 kilometer, cukup untuk menjangkau kota Kaesong, Korut.


Wujud Toleransi Antar-Umat Beragama, Ribuan Warga Depok Salat Iduladha di Lapangan Milik Gereja Bethel

26 hari lalu

Warga dan jemaah LDII Depok saat melaksanakan Salat Ied di Lapangan Kamboja milik Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (LCC) atau di depan Gereja Bethel Indonesia Depok,  Kecamatan Pancoran Mas, Senin, 17 Juni 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Wujud Toleransi Antar-Umat Beragama, Ribuan Warga Depok Salat Iduladha di Lapangan Milik Gereja Bethel

Ketua DPD LDII Kota Depok Chairul Baihaqi mengungkapkan salat iduladha di Lapangan Kamboja sejak 29 tahun silam.


Panglima TNI Hadiri Salat Iduladha 1445 H di Masjid Sunda Kelapa

26 hari lalu

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menghadiri pelaksanaan salat Iduladha 1445 Hijriah di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Senin, 17 Juni 2024. TEMPO/Alpin Pulungan
Panglima TNI Hadiri Salat Iduladha 1445 H di Masjid Sunda Kelapa

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menghadiri pelaksanaan salat Iduladha 1445 Hijriah di Masjid Agung Sunda Kelapa.