Resmikan Holding Pelindo, Jokowi: Sudah 7 Tahun Saya Tunggu-tunggu

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI Joko Widodo (kiri) bersama menyapa warga saat mengunjungi kawasan Malioboro, Yogyakarta, Sabtu, 9 Kotober 2021. Dalam kunjungan itu Presiden Jokowi berdialog dengan masyarakat serta memberikan bantuan untuk pedagang kaki lima. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    Presiden RI Joko Widodo (kiri) bersama menyapa warga saat mengunjungi kawasan Malioboro, Yogyakarta, Sabtu, 9 Kotober 2021. Dalam kunjungan itu Presiden Jokowi berdialog dengan masyarakat serta memberikan bantuan untuk pedagang kaki lima. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan holding atau penggabungan Pelindo I, II, III, dan IV serta Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Bajo, di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis, 14 Oktober 2021.

    "Alhamdulillah sudah terjadi (holding/penggabungan) Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III dan Pelindo IV menjadi PT Pelindo atau PT Pelabuhan Indonesia," ujar Jokowi seperti disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, 14 Oktober 2021.

    Menurut Jokowi, sudah sejak tujuh tahun lalu  dirinya memerintahkan agar Menteri BUMN menginstruksikan ke seluruh Direktur Utama Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III, dan Pelindo IV untuk segera menggabungkan Pelindo dalam satu holding atau perusahaan induk. “Saya tunggu-tunggu, tujuh tahun enggak terrealisasi. Akhirnya sekarang baru bergabung. Ini akan menjadi sebuah kekuatan besar," tuturnya.

    Selanjutnya, Jokowi juga meminta agar PT Pelindo dicarikan partner yang memiliki jaringan atau networking luas sehingga terkoneksi dengan negara-negara lain. Dengan demikian, produk-produk Indonesia bisa merambah dunia Internasional dengan lebih baik dan masuk dalam rantai suplai global.

    Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengapresiasi cepatnya pembangunan Terminal Wae Kelambu yang dilakukan sejak Agustus 2020. Ia berharap agar terminal tersebut bisa digunakan dalam jangka waktu lama hingga 15-20 tahun yang akan datang.

    Pembangunan infrastruktur yang baik ini diharapkan dapat menekan biaya logistik barang. "Kita tahu, biaya logistik negara kita dibanding negara-negara tetangga masih jauh tertinggal. Negara lain logistiknya 12 persen kurang lebih, kita masih 23 persen. Artinya ada yang tidak efisien di negara kita," ujarnya. "Untuk itu, kita membangun infrastruktur, baik jalan, pelabuhan, airport karena kita ingin produk-produk kita bisa bersaing".


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.