Viral Video Risma Cekcok dengan Mahasiswa di Lombok Timur, Begini Kejadiannya

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati (tengah) bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini (kanan) menyusur peta kerawanan potensi tsunami di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Sabtu 11 September 2021. (ANTARA/HO-BMKG)

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati (tengah) bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini (kanan) menyusur peta kerawanan potensi tsunami di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Sabtu 11 September 2021. (ANTARA/HO-BMKG)

    TEMPO.CO, Jakarta - Video Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma cekcok dengan aktivis mahasiswa di Lombok Timur, viral di sosial media. Peristiwa tersebut diketahui terjadi saat penyambutan Risma di Desa Tete Batu Selatan, Kecamatan Sikur, Lombok Timur.

    Risma disambut protes aliansi mahasiswa ihwal adanya kepala desa dan tenaga kesejahteraan sosial setempat yang diduga terlibat menjadi supplier Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

    Menurut salah satu sumber Tempo yang berada di lokasi saat itu, kejadian terjadi saat Risma baru saja sampai di lokasi. Risma baru turun dari mobil, kemudian para mahasiswa merangsek masuk mendekatinya dan berteriak-teriak menyampaikan protes. Risma yang kaget kemudian beradu mulut dengan mahasiswa tersebut.

    "Kami mempertanyakan kedatangan, ini tempat supplier di sini. Kenapa ibu datang ke sini?" ujar mahasiswa.

    "Kamu jangan fitnah aku ya, dengerin. Kamu berhak ngomong, aku juga berhak ngomong. Pertama, kalau bukan karena niat baik saya, ngapain saya ke sini. Kedua, saya juga tidak tahu ini supplier atau tidak, saya menteri tidak ngurus itu. Ketiga, kalau Anda mau memperjuangkan, silakan datanya, saya tunggu, sekarang!” ujar Risma dalam video tersebut kepada mahasiswa.

    "Ini Lombok Timur bu, kami menyampaikan fakta, kami tahu sengkarut bansos di sini, ini tempat oknum distributor, kenapa ibu ke sini," kata mahasiswa.

    Menurut sumber Tempo tadi, usai kejadian tersebut, Risma langsung memanggil para pendamping Program Keluarga Harapan dan mengingatkan mereka untuk bekerja profesional dan meminta agar setiap bantuan langsung disampaikan kepada masyarakat tanpa dipotong dan dikurangi.

    Baca juga: Hapus 9 Juta Penerima Subsidi BPJS, Risma: Masak Sudah Meninggal Terdata


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.