Pakar Ilmu Keluarga ITB Ungkap Sebab Perkawinan Anak Marak di Indonesia

Seorang anak membawa poster saat aksi peringatan Hari Perempuan Internasional di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 8 Maret 2020. Aksi tersebut untuk mensosialisasikan pencegahan perkawinan anak guna menekan angka perkawinan usia dini yang masih marak terjadi. ANTARA

TEMPO.CO, JakartaPerkawinan anak di bawah umur masih saja terjadi di Indonesia. Terbaru Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buru Selatan menikahkan putrinya yang masih berstatus pelajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 01 Namrole, Buru Selatan, Maluku. Ironinya pernikahan yang tidak resmi itu turut dihadiri oleh Kepala KUA. Kasus ini pun menuai kontroversi dan menjadi sorotan banyak piha

Pernikahan anak terjadi karena beberapa penyebab, salah satunya adalah kemiskinan. Tak hanya itu, masih ada beberapa faktor lain yang memicu terjadinya pernikahan ini.

Mengutip dari laman Institut Pertanian Bandung, Ketua Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Fakultas Ekologi Manusia (Fema), Tin Herawati mengatakan ada beberapa hasil penelitian yang menunjukkan penyebab perkawinan anak, di antaranya yaitu:

  1. Tekanan ekonomi

Faktor ekonomi dapat mendorong orang tua atau keluarga untuk mengawinkan anaknya di usia dini. Sebagian orang tua terobsesi untuk memperbaiki perekonomian rumah tangga dengan menjodohkan anak saat masih berusia di bawah 19 tahun dengan harapan untuk mengurangi beban pengeluaran ekonomi keluarga.

  1. Lingkungan

Lingkungan sosial dan kondisi geografis suatu wilayah seringkali berhubungan erat dengan perkawinan anak. Di pedesaan, yang memiliki keterbatasan aksesibilitas informasi, pendidikan, dan transportasi, banyak ditemukan kasus ini.

  1. Rendahnya pendidikan

Pendidikan memengaruhi pengetahuan, informasi, edukasi, dan komunikasi terkait dampak perkawinan anak baik dari sisi orang tua maupun anak. Orang tua dengan pendidikan terbatas, cenderung memiliki pengetahuan yang rendah pula terhadap dampak perkawinan anak.

  1. Adat dan budaya

Adat dan budaya dapat disalahartikan yang kemudian membentuk semacam stigma, nilai, dan kepercayaan dan pelabelan sosial bagi anak yang belum menikah. Sehingga, ada tekanan kepada anak perempuan dengan berbagai label seperti "perawan tua" atau "perempuan tidak laku" yang mendorong keluarga besar untuk segera mengawinkan anak meraka di usia dini.

  1. Salah pengasuhan

Faktor yang mendorong kasus perkawinan anak adalah pola asuh keluarga. Pola asuh dalam keluarga erat kaitannya dengan kejiwaan anak yang dapat berdampaknya pada keputusan anak terhadap hidupnya.

Karena berbagai penyebab ini, upaya pencegahan pun harus dilakukan. Tidak hanya kepada anak, pencegahan ini juga harus dilakukan pada orang tua. Hal ini harus dilakukan karena pernikahan anak akan mengakibatkan rendahnya kualitas anak yang dilahirkan dan kesehatan ibunya, kekerasan, perceraian, putus sekolah dan kemiskinan.

WINDA OKTAVIA

Baca juga:

Nadiem Makarim Sebut Perkawinan Anak Bisa Kurangi Kesempatan Hidup Sejahtera






5 Cara Mendisiplinkan Anak Menurut Sains

23 menit lalu

5 Cara Mendisiplinkan Anak Menurut Sains

Biasanya orang tua untuk menggunakan pukulan sebagai tindakan disiplin utama, namun bukan berarti tindakan itu efektif


Paris Hilton Cerita Proses IVF yang Dijalaninya Demi Memiliki Anak

1 jam lalu

Paris Hilton Cerita Proses IVF yang Dijalaninya Demi Memiliki Anak

Paris Hilton menceritakan proses IVF yang dijalani demi memilki keturunan dengan Carter Reum


Mata Malas atau Ambliopia, Apa Saja Penyebabnya?

14 jam lalu

Mata Malas atau Ambliopia, Apa Saja Penyebabnya?

Ambliopia atau mata malas kondisi kurang kemampuan penglihatan


Erina Gudono Jalani Gladi Adat Sebelum Akad Nikah, Mulai dari Adang Sepisan Sampai Langkahan

20 jam lalu

Erina Gudono Jalani Gladi Adat Sebelum Akad Nikah, Mulai dari Adang Sepisan Sampai Langkahan

Sebelum siraman,. Erina Gudono melakukan prosesi adat Langkahan lantaran dia melangkahi dua kakaknya untuk menikah.


Sebab Orang Tua Tak Boleh Manjakan Anak

1 hari lalu

Sebab Orang Tua Tak Boleh Manjakan Anak

Psikolog meminta orang tua menghindari anak menjadi pusat segala perhatian dan terlalu memanjakan anak. Apa dampaknya?


Tips Merawat Anak dengan HIV/AIDS dari Dokter

1 hari lalu

Tips Merawat Anak dengan HIV/AIDS dari Dokter

Dokter membagikan sejumlah tips merawat anak dengan HIV/AIDS. Berikut hal penting yang perlu diperhatikan.


Inilah Sejarah Pura Mangkunegaran, Lokasi Pernikahan Kaesang-Erina

2 hari lalu

Inilah Sejarah Pura Mangkunegaran, Lokasi Pernikahan Kaesang-Erina

Sejarah pembangunan Pura Mangkunegaran, lokasi pernikahan Kaesang-Erina, erat kaitannya dengan berdirinya Kadipaten Mangkunegaran.


Hati-hati, HIV pada Anak Sering tanpa Gejala Khas

2 hari lalu

Hati-hati, HIV pada Anak Sering tanpa Gejala Khas

Dokter mengatakan HIV pada anak sering tidak menimbulkan gejala khas sehingga kadang dapat mengecoh orang tua.


Bank Dunia Cemaskan Kenaikan Utang Negara Kaya dan Gagal Bayar Negara Miskin

3 hari lalu

Bank Dunia Cemaskan Kenaikan Utang Negara Kaya dan Gagal Bayar Negara Miskin

Bank Dunia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap ketidakmampuan global dalam mengelola utang gagal bayar.


Sebelum Pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono Menjalani Pingitan, Apa Itu?

4 hari lalu

Sebelum Pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono Menjalani Pingitan, Apa Itu?

Kaesang Pangarep dan calon istrinya Erina Gudono sedang menjalani masa pingitan