PDI Perjuangan Nilai Tepat Jokowi Tunjuk Megawati Ketua Dewan Pengarah BRIN

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) bersiap melantik Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kiri), Ketua DPP PDIP bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital Prananda Prabowo (kedua kiri), Ketua DPP PDIP bidang Politik dan Keamanan Puan Maharani (kanan) dan sejumlah pengurus DPP PDIP lainnya saat penutupan Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu, 10 Agustus 2019. ANTARA

    Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) bersiap melantik Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kiri), Ketua DPP PDIP bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital Prananda Prabowo (kedua kiri), Ketua DPP PDIP bidang Politik dan Keamanan Puan Maharani (kanan) dan sejumlah pengurus DPP PDIP lainnya saat penutupan Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu, 10 Agustus 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan keputusan Presiden Joko Widodo menempatkan Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ex officio Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN merupakan keputusan tepat.

    “Karena riset dan inovasi harus digerakkan oleh ideologi bangsa agar Indonesia benar-benar berdaulat, berdikari, dan bangga dengan jati diri kebudayaannya,” kata Hasto dalam keterangannya, Rabu, 13 Oktober 2021.

    Hasto berujar selama ini Megawat konsisten menyuarakan pentingnya penguasaan ilmu-ilmu dasar, riset, dan inovasi serta terus memperjuangkan peningkatan anggaran penelitian 5 persen dari produk domestik bruto (PDB).

    “Ibu Megawati juga penggagas awal dari BRIN, dengan mengusulkan kepada Presiden Jokowi agar BRIN hadir menjabarkan politik Indonesia Berdikari, dengan memfokuskan diri pada penelitian untuk manusia Indonesia, flora, fauna dan teknologi itu sendiri,” katanya.

    Kepedulian Megawati, kata Hasto, merupakan bentuk dukungan konkret untuk pengembangan riset dan inovasi nasional yang memerlukan sumber daya finansial yang besar. Selain itu, dalam perspektif geopolitik, riset dan inovasi juga penting dalam membangun kekuatan pertahanan, melalui penguatan kapabilitas industri pertahanan dengan semangat percaya pada kekuatan sendiri.

    Menurut Hasto, riset dan inovasi adalah kata kunci pengembangan teknologi, pertumbuhan ekonomi, dan kemajuan sebuah bangsa. Dengan menyatukan berbagai lembaga riset dalam satu kapal dengan nakhoda, diharapkan tidak terjadi lagi duplikasi riset dan kesimpangsiuran tata kelola riset di Indonesia.

    Di sisi lain, kata dia, sumber daya manusia Indonesia memiliki kualitas yang tidak kalah dari negara lain. Banyak anak bangsa yang ikut terlibat di bidang riset dan pengembangan teknologi di berbagai lembaga riset tingkat dunia. “Atas hal itu, saatnya semua pihak menyelaraskan gerak antara lain pemerintah, kekuatan sosial politik, serta masyarakat demi kemajuan dan kejayaan Indonesia Raya,” ujarnya.

    Presiden Jokowi melantik Dewan Pengarah BRIN yang terdiri dari Megawati Soekarnoputri yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah; Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Bappenas Suharso Monoarfa sebagai wakil ketua; pengusaha Sudhamek Agung Waspodo Sunyoto sebagai sekretaris; dan sebagai anggota, yaitu ekonom Emil Salim, peneliti ITB I Gede Wenten, mantan Menteri Sekretaris Negara Bambang Kesowo, Guru Besar UGM Adi Utarini, ahli IT Marsudi Wahyu Kisworo, dan tokoh masyarakat Tri Mumpuni. 

    FRISKI RIANA

    Baca Juga: Pro Kontra Penunjuk Megawati Jadi Ketua Dewan Pengarah BRIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.