Belasan Rumah Warga Baduy Terbakar

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Baduy mengais puing sisa barang-barang mereka yang terbakar di Kampung Kadugede, Desa Kanekes, Lebak, Banten, Kamis sore, 12 September 2019. Sebanyak 160 warga Kampung Kadugede mengungsi akibat kebakaran tersebut. ANTARA

    Warga Baduy mengais puing sisa barang-barang mereka yang terbakar di Kampung Kadugede, Desa Kanekes, Lebak, Banten, Kamis sore, 12 September 2019. Sebanyak 160 warga Kampung Kadugede mengungsi akibat kebakaran tersebut. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Belasan rumah warga Baduy di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengalami kebakaran pada Rabu siang, 13 Oktober 2021. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. 

    "Kami bergerak melakukan evakuasi bagi warga Baduy yang terdampak kebakaran," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama di Lebak.

    Akibat peristiwa kebakaran itu tercatat 16 unit rumah warga hangus terbakar dan 45 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal.
    Selain itu satu unit leuit atau rumah pangan juga hangus terbakar.

    Menurut BPBD, kebakaran terjadi di Kampung Cihuni kawasan Baduy Dalam, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. BPBD Lebak berupaya memadam api kendati upaya menuju lokasi yang tidak mudah.
    Saat ini, BPBD sudah membawa logistik, khususnya makanan untuk mengurangi risiko kebencanaan. Febby menuturkan para warga yang menjadi korban kebakaran sudah mengungsi ke tempat lain karena kondisi rumah yang hangus terbakar. 
    Febby menyatakan petugas belum bisa memastikan penyebab kebakaran di pemukiman warga Baduy. Namun warga disebut waspada terhadap kebakaran mengingat suhu yang cukup panas pada siang hari .

    Baca juga: Usai Jokowi Pakai Baju Baduy, Perajin Busana Lebak Kewalahan Ladeni Pesanan

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.