Satgas Menilai Pemerintah Berhasil Menekan Kasus Covid-19 di PON Papua

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Warga menyaksikan pertandingan tim sepak bola putri Papua melawan tim sepak bola putri Babel pada semifinal Sepak Bola Putri PON Papuadi Stadion Katalpal, Kabupaten Merauke, Papua, Sabtu, 9 Oktober 2021. Tim sepak bola putri Papua berhasil merebut medali emas di final. ANTARA/Galih Pradipta

    Warga menyaksikan pertandingan tim sepak bola putri Papua melawan tim sepak bola putri Babel pada semifinal Sepak Bola Putri PON Papuadi Stadion Katalpal, Kabupaten Merauke, Papua, Sabtu, 9 Oktober 2021. Tim sepak bola putri Papua berhasil merebut medali emas di final. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengklaim pemerintah cukup berhasil mencegah lonjakan kasus Covid-19 dalam perhelatan Pekan PON Papua meskipun ditemukan 83 kasus positif.

    "Indonesia cukup mampu dikatakan berhasil mencegah lonjakan kasus. Buktinya, hanya ditemukan 83 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per 11 Oktober dari hampir 10.000 peserta yang mengikuti acara PON XX atau sekitar 0,83 persen," ujar Wiku Adisasmito dalam konferensi pers daring, Selasa, 12 Oktober 2021.

    Menurut Wiku, sebuah perhelatan akbar dengan ragam rangkaian acara dan keterlibatan peserta dari berbagai pelosok daerah, tentu tidak terlepas dari risiko munculnya klaster Covid-19.

    "Berbagai kekurangan-kekurangan minor selama rangkaian acara tentu akan menjadi pembelajaran khususnya untuk penyelenggaraan acara besar terdekat yaitu Superbike Mandalika dan acara lainnya," tuturnya. "Semoga kita bisa mempertahankan kondisi yang sudah terkendali sampai hari penutupan PON XX pada 15 Oktober."

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menyebut klaster Covid-19 di PON XX Papua terkonsentrasi di beberapa cabang olahraga seperti judo, sepatu roda, panahan, motorcross dan kriket. Selain itu, konsentrasi juga terjadi di provinsi asal terutama DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jambi, dan Bali.

    "Hasil pengamatan kami, terjadinya penularan ini kemungkinan besar terjadi di tempat penginapan, karena kamar yang ditempati atlet itu, satu kamar bisa sekitar empat orang dan pada saat makan dilakukan makan bersama," ujar Budi, kemarin.

    Budi juga menyesalkan adanya kejadian tujuh atlet yang sebelumnya sudah teridentifikasi positif Covid-19, berhasil keluar dari tempat isolasi sebelum masa isolasinya selesai. Satu orang pulang Tarakan, dua orang ke Jambi, tiga orang ke Sidoarjo, dan satu orang ke Yogyakarta.

    Atas kejadian ini, pemerintah memberlakukan wajib karantina selama lima hari saat tiba di daerah asal agar atlet tersebut tidak menularkan virus kepada masyarakat di daerahnya. "Atas arahan Pak Presiden, kepada atlet yang keburu kembali ke tempat asalnya sebelum isolasinya selesai ini, bisa segera dikarantina atau diisolasi di tempat kedatangan," tuturnya.

    Ia menyebut pelaksanaan PON Papua ini akan menjadi pembelajaran bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan protokol kesehatan pada pelaksanaan event-event besar lainnya nanti. "Ke depannya, kami akan memastikan Satgas Covid-19 untuk masing-masing event diberikan wewenang yang cukup untuk menerapkan prokes. Kedua, semua asrama maupun tempat tinggal atlet dijaga agar jaga jaraknya diperhatikan pada saat tidur atau makan. Ketiga, perlu dilakukan rutin random tes PCR bagi para atlet di masa pertandingan masih terjadi," ujar Budi.

    DEWI NURITA

    Baca Juga: Temuan Klaster Covid-19 di PON Papua, Guru Besar UI Minta Tracing Ditingkatkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.