Polri Bilang Tetap Usut Dugaan Penganiayaan Kace oleh Napoleon

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal (Komjen) Agus Andrianto mengonfirmasi Irjen Napoleon Bonaparte sebagai pelaku penganiayaan terhadap sesama tahanan. Kasus penganiayaan M. Kece ini tengah dalam penyelidikan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal (Komjen) Agus Andrianto mengonfirmasi Irjen Napoleon Bonaparte sebagai pelaku penganiayaan terhadap sesama tahanan. Kasus penganiayaan M. Kece ini tengah dalam penyelidikan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Mabes Polri menyatakan tetap mengusut dugaan penganiayaan Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kace. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono mengatakan penyidikan kasus itu tetap berlanjut.

    Rusdi juga kembali membantah informasi M Kace mencabut laporan dugaan penganiayaan dirinya oleh Napoleon di dalam sel Rumah Tahanan Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri itu. Kabar tersebut sebelumnya disampaikan pengacara Napoleon, Ahmad Yani.

    "Yang jelas kasusnya tetap berlanjut. Tidak ada pencabutan laporan tersebut," kata Rusdi dalam konferensi pers, Ahad, 10 Oktober 2021.

    Menurut Rusdi, penyidik masih terus menangani dugaan kasus penganiayaan itu. Ia berujar bahwa Kepolisian bakal menuntaskan penyidikan tersebut.

    "Saya katakan sekali lagi, kasus tersebut masih ditangani penyidik untuk dituntaskan penyidikannya," kata Rusdi.

    Pengacara Napoleon, Ahmad Yani, menyebut Kace sudah mencabut laporan yang menjerat kliennya. Ia mengatakan pencabutan laporan dugaan penganiayaan itu diajukan pada 3 September 2021.

    Ahmad Yani pun mengaku heran kasus tersebut masih berjalan padahal Kace sudah menarik aduan. "Ini semuanya sudah ada permintaan maaf dari Kace. Baik permohonan maaf kepada umat Islam, sudah ada pernyataan perdamaian dan dia sudah mencabut sendiri," kata Yani dalam konferensi pers, Kamis, 7 Oktober 2021.

    Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal Andi Rian juga telah menampik informasi pencabutan laporan dugaan penganiayaan itu. Andi mengatakan, Kace hanya membuat surat permintaan maaf kepada Napoleon karena takut dianiaya lagi.

    "Yang ada adalah surat permintaan maaf. Konteksnya karena takut dianiaya lagi," kata Andi lewat pesan singkat, Jumat, 8 Oktober 2021.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)