MUI Dorong Pemerintah Turun Tangan soal Tempat Berdoa Yahudi di Masjidil Aqsa

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ratusan umat Yahudi mengutupi tubuhnya dengan talit atau selendang saat berdoa di tembok ratapan pada libur Paskah Yahudi di Yerusalem, 22 April 2019. Selama libur Paskah umat Yahudi berziarah ke tembok ratapan untuk berdoa. REUTERS/Ammar Awad

    Ratusan umat Yahudi mengutupi tubuhnya dengan talit atau selendang saat berdoa di tembok ratapan pada libur Paskah Yahudi di Yerusalem, 22 April 2019. Selama libur Paskah umat Yahudi berziarah ke tembok ratapan untuk berdoa. REUTERS/Ammar Awad

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, mengecam langkah pemerintah Israel yang membiarkan Masjidil Aqsa menjadi tempat ibadah 'senyap' pemeluk Yahudi. Ia pun mendorong pemerintah bisa ikut turun tangan.

    "Sangat berharap pemerintah RI terus melakukan langkah-langkah konstruktif menghentikan tindakan Israel menguasai Masjid Al-Aqsa," ujar Sudarnoto dalam keterangan tertulis, Sabtu, 9 Oktober 2021.

    Ia mengatakan bagi umat Islam, masjid al-Aqsa adalah masjid dan tempat suci terpenting setelah Haramain yaitu masjid Mekah dan Madinah. Keputusan pengadilan Israel yang membolehkan orang-orang Yahudi untuk melaksanakan ibadah di komplek Masjid Al-Aqsa, kata dia, adalah salah satu cara yang memalukan untuk menguasai masjid tersebut.

    "Keputusan ini sangat membahayakan tidak saja bagi eksistensi Masjid al-Aqsa dan warga Palestina, akan tetapi juga bisa memicu timbulnya pertentangan agama," kata Sudarnoto.

    Ia mengingatkan dalam keyakinan umat Islam sedunia eksistensi Masjid al-Aqsa ini harus dilindungi dan dijaga tidak saja karena nilai historisnya, tapi juga karena menyangkut tentang eksistensi dan kedaulatan Islam.

    Ia pun mendorong Umat Islam dan semua warga bangsa apapun agamanya harus bahu membahu menyelamatkan eksistensi Masjid al-Aqsa.

    "Langkah ini penting dilakukan antara lain untuk menyelamatkan hubungan antar agama, menyelamatkan harkat dan martabat kemanusiaan sekaligus menciptakan perdamaian yang genuine," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)