Lepas Baiat, Eks Pemimpin Mujahidin Indonesia Timur Ucap Ikrar Setia NKRI

Reporter

Narapidana tindak pidana teorisme mengucap ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Aula Sahardjo, Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis 15 April 2021. Sebanyak 34 narapidana tindak pidana terorisme mengikuti ikrar setia kepada NKRI sebagai bentuk implementasi hasil akhir program deradikalisasi serta pengikat tekad dan semangat untuk menegaskan bersedia kembali membangun kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI. ANTARA FOTO/Humas Kemenkumham

TEMPO.CO, Jakarta - Satu narapidana terorisme yang pernah bergabung kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Muhammad Basri Bin Barjo alias Bagong, mengucapkan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Penanggung Jawab Kendali Operasi (PJKO) Madago Raya Inspektur Jenderal Rudy Sufahriadi mengatakan sumpah setia dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas II A Karanganyar, Nusakambangan, Jawa Tengah.

"Telah dilaksanakan ikrar setia NKRI dan lepas baiat oleh satu orang narapidana kasus terorisme di Lapas Khusus Kelas IIA Karanganyar Nusakambangan," ujar Rudy melalui keterangan tertulis pada Ahad, 3 Oktober 2021.

Rudy menjelaskan setelah melakukan ikrar setia NKRI dan lepas baiat, eks pentolan MIT itu langsung dipindahkan ke Blok B, sebagai masa observasi dan persiapan sebelum penahanannya pindah ke Lapas Maksimum Nusakambangan.

"Basri berubah pemahamannya sejak mengikuti program penggalangan antarnarapidana yang diselenggarakan oleh Tim Satgassus Densus," kata Rudy.

Basri atau Bagong pernah menjadi pemimpin Mujahidin Indonesia Timur, menggantikan Santoso yang tewas. Namun, pada 2016, ia bersama istrinya ditangkap oleh Tim Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Polri. Paska penangkapan Basri, Ali Kalora yang kemudian mengisi posisi pemimpin tersebut.

Baca juga: Buru Sisa Anak Buah Ali Kalora, Operasi Madago Raya Diperpanjang Hingga Desember

ANDITA RAHMA






Pertama Kali sejak 2014, Australia Menurunkan Tingkat Ancaman Teror

10 jam lalu

Pertama Kali sejak 2014, Australia Menurunkan Tingkat Ancaman Teror

Menurut Organisasi Intelijen Keamanan Australia, faktor-faktor yang mendorong tingkat ancaman tak lagi ada atau cuma bertahan di tingkat lebih rendah.


Belasan Triliun Uang Ilegal Masuk RI, Kepala PPATK Cerita Penukaran Uang dengan Koper di Mal Singapura

4 hari lalu

Belasan Triliun Uang Ilegal Masuk RI, Kepala PPATK Cerita Penukaran Uang dengan Koper di Mal Singapura

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana membeberkan ada belasan triliun rupiah uang yang masuk ke Indonesia tak dilaporkan ke Bea Cukai.


Parlemen Eropa Masukkan Rusia sebagai Sponsor Terorisme, Ini Reaksi Moskow

4 hari lalu

Parlemen Eropa Masukkan Rusia sebagai Sponsor Terorisme, Ini Reaksi Moskow

Juru bicara Kemenlu Rusia mengusulkan Parlemen Eropa sebagai sponsor kebodohan setelah negaranya dicap sebagai sponsor terorisme


Gempa Cianjur Robohkan Tembok Lapas, Narapidana dan Petugas Ada yang Terluka

6 hari lalu

Gempa Cianjur Robohkan Tembok Lapas, Narapidana dan Petugas Ada yang Terluka

Akibat gempa Cianjur, tembok Lapas Kelas II B Cianjur roboh. Narapidana dan petugas Lapas ada yang mengalami luka.


Luncurkan Buku Pedoman Islam Wasathiyah, MUI Singgung Politik Praktis di Masjid

9 hari lalu

Luncurkan Buku Pedoman Islam Wasathiyah, MUI Singgung Politik Praktis di Masjid

Ketua Komisi Dakwah MUI, Ahmad Zubaidi, menilai hajatan politik salah satu faktor yang bisa memecah belah umat Islam Indonesia


Densus 88 Tangkap 3 Tersangka Kasus Terorisme di Lampung, Sita Amunisi dan Buku Jihad

10 hari lalu

Densus 88 Tangkap 3 Tersangka Kasus Terorisme di Lampung, Sita Amunisi dan Buku Jihad

Densus 88 menangkap tiga orang tersangka kasus terorisme di Lampung yang merupakan jaringan Jamaah Islamiyah pada 9-11 November 2022.


BNPT Apresiasi Kerja Keras Polri - TNI dalam Pengamanan KTT G20

10 hari lalu

BNPT Apresiasi Kerja Keras Polri - TNI dalam Pengamanan KTT G20

Boy mengatakan menjelang kegiatan KTT G20, BNPT telah menggelar pelatihan mitigasi aksi terorisme integratif.


Lapas Salemba Bebaskan 153 Napi Hari Ini, Tidak Boleh Dijemput Keluarga

12 hari lalu

Lapas Salemba Bebaskan 153 Napi Hari Ini, Tidak Boleh Dijemput Keluarga

Hampir semua narapidana yang bebas dari Lapas Salemba hari ini adalah napi narkoba.


Aher Sebut Pancasila Sudah Final dan Tidak Perlu Diotak-atik

15 hari lalu

Aher Sebut Pancasila Sudah Final dan Tidak Perlu Diotak-atik

Aher menilai keberagaman yang dimiliki Indonesia bisa disatukan melalui Pancasila. Tidak ada satu agama pun yang bertentangan dengan falsafah itu


Profil Salahuddin bin Talabuddin Pahlawan Nasional Asal Maluku Utara, Berakhir di Depan Regu Tembak

21 hari lalu

Profil Salahuddin bin Talabuddin Pahlawan Nasional Asal Maluku Utara, Berakhir di Depan Regu Tembak

Jokowi memberi gelar pahlawan Nasional kepada 5 tokoh. Salah satunya, H Salahuddin bin Talabuddin dari Maluku Utara. Ini kisah perjuangannya.