Mengapa Manusia Silver Semakin Banyak di Masa Pandemi?

Reporter

Staf Kapolda Jateng menemui Seorang pensiunan polisi di Kota Semarang, Aipda (purn) Agus Dartono (61) di rumahnya, yang terpaksa menjadi "manusia silver" untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Minggu 26 September 2021. ANTARA/ HO-Humas Polda Jateng

TEMPO.CO, Jakarta -  Manusia silver makin mudah ditemukan di jalanan. Ini tentu berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, mengapa semakin banyak yang menjadi manusia silver?

Kakak beradik, Arya dan Azmi, memutuskan menjadi manusia silver setelah sebelumnya kehilangan pekerjaan sebahai teknisi pada suatu rombongan pasar malam keliling. "Karena pandemi, pasar malam nggak buka, otomatis kami nggak ada kerjaan lagi," kata Azmi, dalam Koran Tempo edisi 16 Februari 2021.

Sebelumnya menjadi manusia silver, mereka juga pernah menjajal peruntungan sebagai pengamen. Namun, melihat orang-orang bisa lebih mudah mendapat rezeki dengan menjadi manusia silver, mereka pun ikut mencoba menjadi manusia silver.

Begitu halnya dengan Tamara. Sejak 2014, ia menjual bambu Jepang di sekitar Terminal Lebak Bulus. Pandemi Covid-19 membuat terminal sepi dan dagangannya pun ikut sepi.

"Gak ada yang mau beli dagangan saya, saya butuh makan. Ya, mau gimana lagi? Saya nyoba peruntungan jadi manusia silver. Orang tahunya saya males kerja, masih muda tapi minta-minta. Mereka nggak tau cerita hidup saya," ujarnya, seperti yang dikutip Tempo dari laman kemensos.go.id, Minggu, 12 September 2021.

Manusia silver lainnya, Alfan, juga mengaku pekerjaannya sebagai sopir angkot menjadi sepi saat pandemi. Sebelum pandemi, ia bisa meraup 100 hingga 150 ribu rupiah sehari dari menarik angkot, tapi saat pandemi ia hanya bisa mendapat sekitar 30 ribu rupiah sehari.

"Bahkan untuk membeli susu anak-anak saya saja tidak cukup. Jadi, saya memutuskan menyopir angkot di pagi hari dan menjadi manusia silver di malam hari," ujar Alfan, yang dilansir Tempo dari laman Guardian, Jumat, 5 Februari 2021.

Covid-19, dilansir dari laman Reuters, Selasa, 9 Februari 2021, telah membawa resesi pertama di Indonesia setelah lebih dari dua dekade. Menyusutnya ekonomi telah menyulitkan jutaan orang di sektor informal.

Menjadi manusia silver adalah salah satu cara yang digunakan orang-orang untuk bisa bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Cara ini dipandang cukup mudah meski penuh risiko dikejar Satpol PP hingga risiko kesehatan akibat cat yang mereka guanakan.

AMELIA RAHIMA SARI

Baca juga: Pensiunan Polisi di Semarang Jadi Manusia Silver, Berapa Gaji Pensiunan Polisi?






Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

20 menit lalu

Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

Pakar mengatakan karantina kesehatan tetap perlu dilakukan meskipun pandemi COVID-19 telah terkendali secara penuh.


Janji Kapolda Metro Bentuk TPF Kasus Mahasiswa UI Tewas Tertabrak Ditunggu

8 jam lalu

Janji Kapolda Metro Bentuk TPF Kasus Mahasiswa UI Tewas Tertabrak Ditunggu

Tim kuasa hukum keluarga Hasya Attalah Syaputra tunggu realisasi pembentukan tim pencari fakta untuk mengusut kasus mahasiswa UI yang tewas tertabrak.


Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

9 jam lalu

Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

Korea Selatan adalah salah satu negara pertama yang melaporkan wabah Covid-19 pada awal 2020.


Amerika Serikat Akan Akhiri Darurat COVID-19 Pada 11 Mei

10 jam lalu

Amerika Serikat Akan Akhiri Darurat COVID-19 Pada 11 Mei

Mantan presiden Donald Trump pertama kali menyatakan pandemi COVID-19 sebagai darurat nasional Amerika Serikat pada 13 Maret 2020


Amerika Curiga Ada Warga Salahgunakan Program Bantuan Covid-19

12 jam lalu

Amerika Curiga Ada Warga Salahgunakan Program Bantuan Covid-19

Ada sekitar 69.323 kartu jaminan sosial atau Social Security Numbers (SSNs) yang digunakan untuk mendapatkan dana bantuan dari total USD 5,4 miliar


Toyota Pertahankan Gelar Sebagai Merek Mobil Terlaris Dunia 2022

15 jam lalu

Toyota Pertahankan Gelar Sebagai Merek Mobil Terlaris Dunia 2022

Toyota Motor Corp mencatat total penjualan global sebanyak 10,5 juta unit sepanjang 2022, mengalahkan Volkswagen yang hanya menjual 8,9 juta unit.


Deteksi Subvarian Baru seperti Kraken dengan Pengurutan Genom

1 hari lalu

Deteksi Subvarian Baru seperti Kraken dengan Pengurutan Genom

Peneliti mengingatkan pentingnya pengurutan genom menyeluruh untuk mendeteksi COVID-19 subvarian baru seperti Kraken.


Beijing Klaim Kasus Positif Covid-19 Melandai setelah Libur Imlek

1 hari lalu

Beijing Klaim Kasus Positif Covid-19 Melandai setelah Libur Imlek

Pasien demam yang berkunjung ke klinik akibat Covid-19 selama Imlek turun sekitar 40 persen.


Jepang Terus Pantau Situasi Covid-19 di China

1 hari lalu

Jepang Terus Pantau Situasi Covid-19 di China

Pemerintah Jepang menyatakan akan terus memantau situasi Covid-19 di China.


Usut Ulang Kematian Mahasiswa UI, Kapolda Metro Beri Tenggat Waktu Tim Pencari Fakta Bekerja

1 hari lalu

Usut Ulang Kematian Mahasiswa UI, Kapolda Metro Beri Tenggat Waktu Tim Pencari Fakta Bekerja

Kapolda Fadil Imran menyatakan, selain pembentukan tim internal dan eksternal pencari fakta mengusut ulang kematian Hasya Atallah Syahputra, ada target lain dalam penuntasan kasus kecelakaan lalu lintas, yang menewaskan mahasiswa UI, itu.