Epidemiolog Minta Penanganan Covid-19 Tidak Bolak-balik PPKM Level 1-2

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berolahraga di kawasan Bundaran HI saat pemberlakuan PPKM Level 3 di Jakarta, Ahad, 26 September 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Warga berolahraga di kawasan Bundaran HI saat pemberlakuan PPKM Level 3 di Jakarta, Ahad, 26 September 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia, Masdalina Pane, mengingatkan pemerintah untuk terus menurunkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Jika saat ini berada di level 2, maka harus menurunkan transmisi penularan hingga ke level 1.

    “Dan ke depan tidak boleh bolak-balik level 1-2. Tapi harus turun ke level klaster, menurun lagi pada tingkat sporadis, dan terus sampai nol kasus,” kata Masdalina dalam dialog Forum Merdeka Barat, Selasa, 28 September 2021.

    Masdalina memberikan sejumlah catatan mengenai kondisi penurunan kasus Covid-19 yang telah dicapai. Catatan pertama, Masdalina menemukan masih adanya selisih jumlah kasus Covid-19 yang dilaporkan pemerintah dengan di lapangan.

    “Selisihnya antara 20-34 persen. Ini harus jadi catatan. Mestinya enggak boleh terjadi ada gap kasus,” ujarnya.

    Catatan kedua, Masdalina mengungkapkan bahwa meskipun kapasitas testing sudah meningkat cukup signifikan, namun testing untuk kasus suspek masih satu per tiga atau setengahnya. Artinya, masih cukup banyak suspek yang belum dites. Padahal, kata Masdalina, orang yang berstatus suspek mestinya menjadi prioritas dites.

    Catatan berikutnya, Masdalina menyoroti kemampuan pelacakan kontak atau tracing oleh pemerintah yang belum mencapai 80 persen. Untuk di Jawa, berdasarkan data yang dimilikinya, terdapat 49 kabupaten/kota yang memiliki program tracing hanya mampu mencapai 69,7 persen. 

    Menurut dia, dengan belum tercapainya standar tracing tidak mengherankan apabila ada kasus terkonfirmasi atau kontak erat masih berkeliaran di ruang publik. 

    Dengan kondisi penurunan kasus Covid-19 yang diikuti turunnya level PPKM saat ini, Masdalina juga meminta agar mewaspadai Pekan Olahraga Nasional XX atau PON Papua 2021. Sekalipun dengan protokol kesehatan yang ketat, pemerintah harus mengantisipasi peningkatan kasus akibat adanya pertukaran transmisi dalam pertemuan banyak orang pada satu waktu.

    Baca juga: Satgas Ungkap Langkah Pemerintah Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

    FRISKI RIANA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.