Senaf Soll Pimpinan KKB Meninggal Dunia di RS Bhayangkara Jayapura

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tokoh meninggal. Pixabay/Carolynebooth

    Ilustrasi tokoh meninggal. Pixabay/Carolynebooth

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang terlibat sejumlah teror berdarah di Dekai, Yahukimo Senaf Soll alias Ananias Yaluka, meninggal di RS Bhayangkara, Jayapura pada Minggu malam 26 September 2021.

    "Memang benar ada laporan tentang meninggalnya Senaf Soll di RS Bhayangkara dan belum diketahui akan dimakamkan dimana. Polres Yahukimo yang menanganinya," kata Direskrimum Polda Papua Komisaris Besar Faizal Rahmadani di Jayapura, Senin pagi 27 September 2021.

    Informasi dihimpun mengungkap salah satu pimpinan KKB di Dekai meninggal pada Minggu malam 26 September 2021 sekitar pukul 22.30 WIT, setelah menjalani perawatan di ICU. Kini, jenazahnya masih berada di RS Bhayangkara.

    Senaf Soll yang merupakan mantan anggota TNI AD, ditangkap Satuan Tugas Penegakan Hukum Nemangkawi, 1 September 2021 di markas KNPB di Dekai.

    Senaf Soll dipecat dari TNI pada tahun 2019 sesuai Putusan Mahkamah Militer III Jayapura perihal kasus jual beli amunisi dan senjata api di Kabupaten Mimika. Sebelum dipecat, ia bertugas di Yonif 754/ENK dengan pangkat prada.

    Kasus yang melibatkan Senaf Soll antara lain pembakaran ATM Bank BRI pada 2019, pembunuhan terhadap Staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas nama Hendry Jovinsky, dan pembunuhan terhadap warga sipil bernama Muhammad Toyib.

    Kelompok Senaf Soll juga diketahui pernah melakukan sejumlah penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya aparat, misalnya, penganiayaan terhadap dua anggota Yonif Linud 432/Kostrad.

    Baca: Pimpinan KKB Eks TNI Ditangkap, Terancam Hukuman Mati


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.