Azis Syamsuddin Tersangka, Golkar: Junjung Tinggi Asas Praduga Tak Bersalah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin saat menghadiri upacara pengucapan sumpah anggota MPR Ri pengganti antar waktu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 1 September 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin saat menghadiri upacara pengucapan sumpah anggota MPR Ri pengganti antar waktu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 1 September 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPP Partai Golkar Adies Kadir mengatakan partainya akan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah (presumption of innocent) dalam menyikapi penangkapan salah satu kadernya, Azis Syamsuddin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Azis diduga menyuap eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju.

    "Partai Golkar selalu menjunjung tinggi asas hukum praduga tak bersalah di mana setiap orang yang disangka, ditangkap, ditahan, dituntut, atau dihadapkan di depan pengadilan wajib dianggap tidak bersalah sebelum ada putusan pengadilan yang menyatakan kesalahannya dan memperoleh kekuatan hukum tetap," kata Adies dalam konferensi pers di Kantor Fraksi Partai Golkar, Komplek DPR, Jakarta Pusat, Sabtu, 25 September 2021.

    Adies juga mengatakan Partai memberikan kesempatan kepada kader yang mendapatkan permasalahan hukum untuk lebih berkonsentrasi menghadapi permasalahan hukumnya.

    "Oleh karenanya Partai Golkar memberikan waktu dan kesempatan yang seluas-luasnya kepada saudara Azis Syamsuddin untuk berkonsentrasi dan fokus menghadapi permasalahan hukumnya di KPK," kata Adies.

    Penanganan Azis oleh KPK menjadikannya kader kedua Golkar yang ditangkap dalam beberapa waktu belakangan setelah eks Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin. Menanggapi hal ini, Adies mengaku prihatin.

    "Tentunya kami selau sampaikan bahwa kami prihatin kader kami terkena musibah permaslahan hukum," kata Adies.

    KPK menetapkan Azis Syamsuddin menjadi tersangka kasus dugaan suap terhadap bekas penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju. Duit suap sebesar Rp 3,1 miliar itu ditengarai untuk mengurus penanganan perkara suap Dana Alokasi Khusus (DAK) Lampung Tengah, yang menyeret nama Azis dan Aliza.

    Baca juga: Tiga Politikus Golkar Incar Kursi Azis Syamsuddin Sebagai Wakil Ketua DPR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.