IDI Papua: Tenaga Kesehatan Korban Konflik Kiwirok Jalani Pemulihan Mental

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI AD menggotong nakes korban penyerangan KKB usai dievakuasi menggunakan helikopter milik TNI AD di Lapangan Frans Kaisepo Makodam XVII Cenderawasih, Kota Jayapura, Papua, Jumat, 17 September 2021. KKB melakukan penyerangan di antaranya ke puskesmas dan gedung sekolah pada Senin, 13 September 2021. ANTARA/Indrayadi TH

    Prajurit TNI AD menggotong nakes korban penyerangan KKB usai dievakuasi menggunakan helikopter milik TNI AD di Lapangan Frans Kaisepo Makodam XVII Cenderawasih, Kota Jayapura, Papua, Jumat, 17 September 2021. KKB melakukan penyerangan di antaranya ke puskesmas dan gedung sekolah pada Senin, 13 September 2021. ANTARA/Indrayadi TH

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua Donald Aronggear mengatakan para tenaga kesehatan atau nakes korban insiden di Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua sedang menjalani pemulihan mental.

    “Artinya pasca trauma yang mereka hadapi betul-betul perlu suatu pemulihan dan harus didukung semua pihak,” kata Donald dalam pernyataan sikap APKESMI, Sabtu, 25 September 2021.

    Donald mengatakan sembilan nakes berhasil dievakuasi dari Kiwirok ke Jayapura dengan perjuangan yang tak mudah. Sebanyak 4 nakes sempat dirawat di rumah sakit, dan 5 nakes lainnya yang mengalami luka ringan bisa pulang ke rumahnya. Mereka kini dalam pemulihan mental.

    Menurut Donald, Puskesmas Kiwirok berada di lokasi terpencil. Para tenaga kesehatan yang bertugas di sana memiliki tantangan tersendiri dan penuh perjuangan. Untuk menuju Kiwirok saja, kata Donald, hanya bisa dijangkau dengan penerbangan dari distrik Oksibil selama 30 menit.

    Penerbangan pun hanya bisa dilakukan tergantung kondisi cuaca. “Bila mana darat hanya bisa jalan kaki 2 hari 2 malam dari Kabupaten Oksibil,” kata dia.

    Agar insiden serupa tak terulang, Donald meminta pemerintah daerah mengupayakan keselamatan tenaga kesehatan yang bertugas di Papua. Sebab, pasca insiden tersebut akan berdampak pada keberhasilan program-program pemerintah, khususnya bidang kesehatan.

    “Dengan kejadian ini dampaknya akan sangat merugikan, sehingga akan membuat suatu program akan terhambat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Donald.

    Konflik antara kelompok kriminal bersenjata (KKB) dengan aparat keamanan sebelumnya pecah di Kiwirok, Papua pada 13 September 2021. Saat itu, Puskesmas Kiwirok diserang dan menewaskan salah satu nakes, Gabriela Meilani, yang jenazahnya ditemukan di dasar jurang. Dari 11 nakes, hanya Gerald Sokoy yang dinyatakan hilang, namun kini diketahui berada di markas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB - Organisasi Papua Merdeka (OPM).

    Baca juga: Kapolda Papua: TNI dan Polri Siap Evakuasi Warga yang Ingin Keluar dari Kiwirok

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.